
ERIA Usulkan Cadangan Minyak Regional ASEAN
16 menit yang lalu
Sektor ekonomi kreatif mempekerjakan 27,4 juta orang, dengan perempuan mencakup 58 persen tenaga kerja.
Terbit · 1 min read

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan sektor ekonomi kreatif secara nasional mempekerjakan 27,4 juta orang. Menurut laporan ANTARA, tenaga kerja itu didominasi generasi Z dan milenial berusia di bawah 40 tahun, sementara 58 persen pekerjanya adalah perempuan.
Riefky menyampaikan keterangan tersebut setelah membuka acara IDE-IND di Kabupaten Tangerang, Banten, pada Jumat (6/11/2026).
Ia mengatakan potensi ekonomi kreatif tersebar di hampir seluruh daerah dan didukung beragam subsektor serta akar budaya yang kuat. Meski sebagian besar masih berpusat di Jawa, potensi dari desa-desa di luar Jawa mulai muncul.
Menurut Riefky, jumlah provinsi yang memiliki dinas khusus ekonomi kreatif meningkat dari sekitar tujuh pada akhir 2024 menjadi hampir 20. Jumlah kabupaten dan kota yang membentuk dinas ekonomi kreatif ditargetkan bertumbuh hingga sekitar 100 daerah pada pertengahan tahun depan.
Kementerian Ekonomi Kreatif bersama pemerintah daerah, kata Riefky, berupaya mengangkat jenama dan kekayaan intelektual lokal agar dikenal di tingkat nasional hingga global. Ia menyebut IDE-IND di Banten sebagai bagian dari upaya pemerintah mengangkat karya kreatif lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Untuk menghadapi tantangan akses pasar, konsistensi, serta keberlanjutan kualitas dan produksi, kementerian menyiapkan tiga program utama, yakni aktivasi desa kreatif, aktivasi kreatif hub, dan Kreatif oleh Indonesia. IDE-IND juga disebut sebagai salah satu program kementerian.
Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusumah mengatakan provinsi itu memiliki sumber daya manusia yang andal. Ia mendorong generasi muda Banten untuk mempertimbangkan kewirausahaan di sektor ekonomi kreatif, bukan hanya bercita-cita menjadi aparatur sipil negara.
Dimyati menilai kekayaan intelektual berupa ide dan kreativitas dapat menambah sumber pendapatan, membuka lapangan kerja, serta mendukung kemandirian. Riefky berharap pelaku kreatif lokal dapat menjadi juara nasional dan menembus pasar global, sementara pemerintah optimistis kolaborasi pusat dan daerah dapat mendorong peningkatan kualitas produk serta perluasan akses pasar.