
Shin Tae Yong Minta Suporter Hindari Kekerasan
28 menit yang lalu
Pembahasan kerja sama mencakup industri, investasi, teknologi, pendidikan, dan perkapalan.
Terbit · 2 min read

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mendorong peningkatan investasi dan kerja sama industri dengan Republik Tatarstan, Federasi Rusia, untuk memperkuat sejumlah sektor di Indonesia. Menurut laporan ANTARA, sektor yang menjadi perhatian meliputi manufaktur, otomotif, perkapalan, petrokimia, dan teknologi digital.
Airlangga membahas peluang tersebut bersama Rais Republik Tatarstan Rustam Minnikhanov di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (6/11/2026). Kedua pihak menjajaki penguatan hubungan ekonomi melalui perdagangan, investasi, dan kemitraan industri.
Airlangga mengatakan Indonesia melihat potensi untuk memperkuat kerja sama ekonomi dengan Tatarstan melalui peningkatan investasi, pengembangan industri, dan pemanfaatan teknologi. Dalam keterangannya, ia berharap berbagai peluang yang dibahas dapat segera ditindaklanjuti menjadi proyek konkret yang memberi manfaat bagi kedua pihak.
Salah satu peluang yang dibahas adalah kerja sama perkapalan. Menurut laporan yang sama, Ak Bars Shipbuilding Corporation tertarik berbisnis dengan mitra dari Indonesia, sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat industri perkapalan nasional dan kapasitas produksi kapal.
Kedua pihak juga membicarakan peluang investasi dan kerja sama di sektor otomotif, kedirgantaraan, farmasi, serta teknologi digital. Airlangga mendorong perusahaan Tatarstan memanfaatkan peluang investasi di Indonesia, termasuk melalui kawasan ekonomi khusus yang menawarkan fasilitas dan insentif bagi investor.
Menurut laporan yang sama, hingga September 2026 Indonesia memiliki 25 kawasan ekonomi khusus dengan total investasi Rp382,1 triliun dan penyerapan tenaga kerja lebih dari 302 ribu orang. Di bidang teknologi, kedua pihak melihat peluang kolaborasi antara Innopolis Special Economic Zone di Tatarstan dan Nongsa Digital Park di Indonesia dalam kecerdasan artifisial, inovasi digital, dan pengembangan sumber daya manusia.
Airlangga juga menyebut peluang pertukaran mahasiswa, kolaborasi antaruniversitas, serta program pendidikan dan pelatihan. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian akan mengoordinasikan tindak lanjut dengan kementerian, lembaga, dan mitra industri terkait.
Minnikhanov mengapresiasi dukungan pemerintah Indonesia dan menyatakan kesiapan Tatarstan melanjutkan kerja sama di bidang perkapalan, investasi, teknologi, dan pendidikan. Ia mengundang Indonesia untuk berpartisipasi sebagai tamu kehormatan dalam Forum Kazan Rusia-Dunia Islam ke-18 pada Mei 2027 di Kazan, Tatarstan. Perkembangan kerja sama diharapkan menjadi salah satu agenda Sidang Komisi Bersama Indonesia-Rusia ke-15 pada 2027.