
Psikolog Jelaskan Kalimat yang Sebaiknya Dihindari
21 menit yang lalu
Peserta P4N mempelajari strategi pembangunan Vietnam sebagai bahan kajian bagi Indonesia.
Terbit · 1 min read

Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Ace Hasan Syadzily mengajak peserta Program Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) Angkatan LXX Tahun 2026 mempelajari strategi pembangunan Vietnam. Menurut laporan ANTARA, kegiatan itu menjadi bagian dari pembelajaran peserta mengenai pengalaman pembangunan negara lain.
Studi Strategis Luar Negeri tersebut berlangsung di Vietnam pada 4–6 November 2026. Kunjungan yang disebut Ace dilaksanakan pada Kamis (5/11/2026) itu diikuti peserta P4N Angkatan LXX.
Ace mengatakan studi tersebut diperlukan untuk memperluas pengetahuan peserta mengenai konsep pembangunan negara. Ia menyebut kegiatan itu sebagai bagian dari pembentukan karakter dan kapasitas kepemimpinan nasional.
Dalam siaran pers yang dikutip ANTARA, Ace mengatakan peserta diharapkan memahami perkembangan global dan mengambil pelajaran strategis dari pengalaman negara lain untuk kepentingan Indonesia.
Selama kunjungan, peserta mempelajari sejumlah kebijakan Vietnam, termasuk reformasi struktural, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pembangunan infrastruktur terpadu, dan upaya menarik investasi asing.
Menurut laporan yang sama, materi kajian juga mencakup pertumbuhan ekonomi Vietnam pada kuartal ketiga 2026 yang disebut mencapai 9,9 persen. Capaian itu, menurut materi yang disampaikan, ditopang reformasi struktural, peningkatan kualitas sumber daya manusia, infrastruktur terpadu, serta kebijakan yang mendorong investasi asing.
Ace menyampaikan bahwa pengalaman Vietnam perlu dikaji secara menyeluruh dan disesuaikan dengan kebutuhan serta karakteristik Indonesia. Ia berharap hasil pembelajaran itu dapat menjadi bahan perbandingan untuk memperkuat fondasi ekonomi, meningkatkan produktivitas, menciptakan iklim investasi berkelanjutan, dan mendukung kemandirian energi.
P4N Angkatan LXX merupakan program Lemhannas untuk menyiapkan calon pimpinan nasional. Program yang sebelumnya dikenal sebagai Pendidikan Reguler Angkatan itu berlangsung selama lima setengah bulan dan diikuti peserta dari unsur TNI, Polri, aparatur sipil negara, serta kalangan non-aparatur sipil negara. Studi di Vietnam merupakan bagian dari kurikulum Lemhannas untuk memahami lingkungan strategis internasional dan mengolah pengalaman negara lain menjadi bahan rekomendasi kebijakan.