
Psikolog Jelaskan Kalimat yang Sebaiknya Dihindari
14 menit yang lalu
Danny Danon menolak anggapan Israel memicu perang dan menyebut keputusan menyerang Iran berada di tangan AS.
Terbit · 1 min read

Duta Besar Israel untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa Danny Danon menyatakan perang dengan Iran terjadi karena keputusan Amerika Serikat, bukan karena Israel. Menurut laporan CNN Indonesia, ia menyampaikan hal itu dalam wawancara dengan televisi Israel i24NEWS pada Rabu (4/11/2026) malam.
Pernyataan tersebut muncul setelah Wakil Presiden AS JD Vance mengaitkan kekalahan Partai Republik dalam pemilihan paruh waktu pada Selasa (3/11/2026) dengan perang melawan Iran.
Danon juga menanggapi komentar yang menghubungkan kenaikan harga, terutama minyak, dengan situasi di Israel. Dalam pernyataan yang dikutip Middle East Monitor, ia mengatakan keputusan menyerang Iran dibuat oleh AS dan Israel mendukung langkah tersebut.
Ketika ditanya tentang kemungkinan kesepakatan antara Washington dan Teheran, Danon mengatakan keputusan itu sepenuhnya berada di tangan Presiden AS Donald Trump.
Danon menyatakan Israel akan mengambil langkah yang diperlukan untuk melindungi diri. Ia juga mengatakan Iran mengancam Israel serta sasaran AS di Timur Tengah, termasuk kedutaan besar dan personel Amerika.
Menurut laporan CNN Indonesia, AS dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari 2026, lalu Teheran membalas ke wilayah Timur Tengah. Gencatan senjata tercapai pada April 2026, tetapi belum ada perjanjian damai final dan ketegangan masih berlanjut.
Laporan itu juga menyebut Vance menilai perang dengan Iran menjadi alasan utama kekalahan Partai Republik dalam pemilihan umum, yang menurutnya membuat Partai Demokrat menguasai Dewan Perwakilan Rakyat dan Senat.
CNN Indonesia melaporkan bahwa investigasi media AS pada Maret menyebut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pernah mendesak Trump memanfaatkan peluang intelijen untuk membunuh Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei sebelum perang pecah. Klaim tersebut diatribusikan kepada investigasi media itu.