
Danon Sebut Serangan ke Iran Keputusan AS
19 menit yang lalu
Sejumlah ungkapan dapat terdengar merendahkan atau menyepelekan perasaan orang lain.
Terbit · 1 min read

Laporan CNBC Indonesia mengulas tujuh ungkapan yang menurut sejumlah psikolog dapat membuat lawan bicara merasa direndahkan atau tidak dihargai. Psikolog Dr. Catherine Nobile, Psy.D, menjelaskan bahwa bahasa dapat membentuk persepsi dan emosi serta memengaruhi cara seseorang menerima informasi.
Laporan tersebut diterbitkan pada Sabtu (7/11/2026). Pembahasannya menyoroti dampak ungkapan yang lazim dipakai, termasuk ketika penuturnya bermaksud baik.
Nobile menyebut salah satu ungkapan dapat menyiratkan bahwa lawan bicara kurang tahu atau kurang mampu. Ia menyarankan penutur mengajak membahas persoalan bersama atau menawarkan penjelasan lebih lanjut.
Ungkapan yang meminta lawan bicara untuk santai dan menganggap persoalan bukan masalah besar dapat membuat perasaannya terasa disepelekan. Nobile menyarankan agar penutur mengakui bahwa persoalan itu mengganggu lawan bicara dan menanyakan apakah ia ingin membicarakannya.
Nobile juga menjelaskan bahwa ungkapan yang menekankan kejujuran dapat dipakai untuk membenarkan kritik kasar atau tidak perlu. Menurutnya, pendapat bisa disampaikan dengan lebih bijaksana dan konstruktif.
Psikolog Dr. Joel Frank, Psy.D, menilai ungkapan “Kan, aku sudah bilang” dapat terdengar merendahkan dan membuat orang merasa tidak dihargai. Ia menyarankan penutur menekankan bahwa mereka berhasil menemukan solusi bersama.
Dr. Vanessa S. Kennedy, Ph.D, direktur psikologi di Driftwood Recovery, mengatakan pembuka “Jangan tersinggung, tapi...” dapat membuat penerima bersikap defensif. Menurut Kennedy, penutur perlu mempertimbangkan tujuan percakapan dan orang yang akan menerima masukan.
Frank mengatakan ungkapan yang menyatakan lawan bicara tidak akan mengerti dapat mengasumsikan orang itu tidak mampu memahami sesuatu dan membuatnya merasa dikucilkan. Laporan yang sama juga menyebut “Terserah” sebagai ungkapan yang dapat menunjukkan ketidaktertarikan atau kurangnya penghormatan; kata itu disebut terpilih sebagai “Kata Paling Menyebalkan” dalam jajak pendapat tahunan Marist National Poll selama lebih dari satu dekade.