
Bunda PAUD Kebon Melati Ajak 35 Anak ke Perpusnas
11 menit yang lalu
Program BIPA, kerja sama akademik, dan jejaring Indonesianis mendukung penginternasionalan bahasa Indonesia.
Terbit · 2 min read

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperluas penginternasionalan bahasa Indonesia di Rusia melalui penguatan program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA), kerja sama akademik, dan pengembangan jejaring Indonesianis. Menurut laporan ANTARA, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Atip Latipulhayat menyampaikan hal itu dalam kongres bertema Bahasa Indonesia di Pentas Global: Tantangan, Peluang, dan Masa Depan.
Kongres tersebut diikuti sekitar 140 mahasiswa, akademisi, pengajar, dan Indonesianis untuk membahas pengembangan bahasa Indonesia di tingkat internasional. Atip menyampaikan pernyataan tertulis di Jakarta Pusat pada Senin (2/11/2026).
Atip mengatakan penginternasionalan bahasa Indonesia bukan hanya ditujukan untuk menambah jumlah pemelajar, tetapi juga memperluas fungsi bahasa itu dalam kehidupan global. “Penginternasionalan Bahasa Indonesia bukan semata-mata upaya menambah jumlah orang yang mempelajari bahasa Indonesia, melainkan juga sebagai upaya meningkatkan fungsi, martabat, dan daya guna bahasa Indonesia dalam kehidupan masyarakat global,” kata Atip.
Menurut Atip, Rusia berpotensi menjadi mitra pengembangan bahasa Indonesia karena memiliki tradisi akademik dalam kajian bahasa, sastra, dan budaya. Pengembangan kerja sama dapat dilakukan melalui pertukaran mahasiswa dan akademisi, penelitian bersama, penguatan BIPA, serta penerjemahan karya sastra Indonesia.
Upaya tersebut, menurut Atip, sejalan dengan Peta Jalan Penginternasionalan Bahasa Indonesia 2025–2045 yang disusun pemerintah untuk memperluas penggunaan bahasa Indonesia di tingkat global.
Atip menyampaikan bahwa Indeks Penginternasionalan Bahasa Indonesia meningkat dari 51,44 pada 2024 menjadi 52,99 pada 2025. Ia mengatakan pemerintah menargetkan indeks itu mencapai 55,87 pada 2029.
Hingga Oktober 2026, program BIPA telah menjangkau 62 negara melalui 520 lembaga penyelenggara dengan lebih dari 234.000 pemelajar aktif, menurut Atip. Di Rusia, kelas BIPA yang diselenggarakan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Moskow diikuti 149 pemelajar.
Atip juga menyebut pengakuan bahasa Indonesia sebagai salah satu bahasa resmi Sidang Umum UNESCO pada 20 November 2023 sebagai modal untuk memperkuat posisi bahasa Indonesia. Atip mengatakan, “Bahasa Indonesia adalah identitas bangsa Indonesia, tetapi Bahasa Indonesia juga merupakan jembatan persahabatan bagi masyarakat dunia,” ujarnya.
Menurut laporan ANTARA, Duta Besar RI untuk Federasi Rusia Jose Tavares mengatakan pengajaran bahasa Indonesia di Universitas Negeri Moskow dimulai pada akhir 1950-an dan kini juga dipelajari di HSE University. Laporan tersebut menyebut keterbatasan jumlah pengajar, minimnya bahan ajar yang disesuaikan dengan penutur bahasa Rusia, serta keberlanjutan program sebagai kendala. Jose berharap kongres menghasilkan rekomendasi konkret untuk mengatasi kendala tersebut sekaligus memperluas jejaring Indonesianis di Rusia dan Belarus.