
ANTARA Rangkum Lima Berita Hiburan dan Teknologi
11 menit yang lalu
Dua analis melihat peluang penguatan IHSG, meski koreksi masih mungkin berlanjut.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan CNN Indonesia, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan Kamis (29/10/2026). Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana dan Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova menyampaikan proyeksi tersebut.
Proyeksi itu berlaku untuk perdagangan saham pada Kamis (29/10/2026). Sehari sebelumnya, Rabu (28/10/2026), IHSG ditutup pada level 5.282.
Herditya memperkirakan penguatan masih mungkin berlanjut setelah koreksi, selama indeks bertahan di atas 4.907. Ia menyebut koreksi dapat membawa IHSG menguji area 5.116-5.180 sebelum berpeluang menguat menuju 5.456-5.564.
Untuk perdagangan hari itu, Herditya memproyeksikan level support IHSG di 5.185 dan 4.915 serta resistance di 5.460 dan 5.563. Ia juga merekomendasikan saham BRPT, EMAS, JPFA, dan TINS.
Ivan menilai IHSG berpeluang mengalami pemulihan jangka pendek setelah ditutup di atas level Fibonacci retracement 50 persen dengan pola candle hammer. Namun, menurutnya, koreksi masih dapat berlanjut.
Ivan menyebut koreksi dapat berkembang hingga 5.116 sebagai target pengujian ulang ideal, kecuali IHSG menguat signifikan menembus 5.418. Ia memproyeksikan support di 5.116, 4.972, dan 4.767 serta resistance di 5.418, 5.561, 5.716, dan 5.936, serta merekomendasikan AADI, ADMR, BBNI, CPIN, dan ICBP.
Pada penutupan Rabu (28/10/2026), IHSG naik 16,18 poin atau 0,31 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya. Menurut laporan CNN Indonesia yang mengutip RTI Infokom, nilai transaksi mencapai Rp15,82 triliun dengan volume 32,15 miliar saham; sebanyak 272 saham menguat, 406 melemah, dan 112 stagnan. Proyeksi dan rekomendasi tersebut bukan jaminan kinerja saham.