
Polresta Tangerang Bongkar Tiga Rumah Produksi Narkotika
8 menit yang lalu
Pendaki berusia 57 tahun itu ditemukan meninggal setelah hilang kontak saat turun dari puncak Ama Dablam.
Terbit · 1 min read

Seorang pendaki asal Jerman, Wolfgang Waschiczek, tewas setelah terjatuh dari ketinggian lebih dari 1.500 meter saat menuruni Gunung Ama Dablam di Nepal. Menurut laporan CNN Indonesia yang mengutip The Independent, jenazahnya ditemukan tim pencarian dan penyelamatan pada Senin (26/10/2026).
Waschiczek ditemukan di ketinggian sekitar 4.500 meter di atas permukaan laut, di kawasan Pegunungan Himalaya, Distrik Solukhumbu. Ia berusia 57 tahun dan sehari sebelumnya mencapai puncak Ama Dablam yang memiliki ketinggian 6.814 meter.
Direktur pelaksana perusahaan trekking Snowy Horizon, Bodhraj Bhandari, mengatakan Waschiczek mendaki bersama pemandunya, Sonam Lama. Keduanya mencapai puncak pada Minggu (25/10/2026), lalu turun dan kembali ke pos perkemahan pada malam hari.
Menurut laporan yang sama, mereka memutuskan bermalam di pos perkemahan setelah meminjam kantong tidur dan perlengkapan lain dari pendaki lain. Pada Senin pagi, Lama meminta Waschiczek menunggu di lokasi yang disepakati di pos perkemahan sambil membawa perlengkapan keselamatannya, lalu pergi mengembalikan kantong tidur.
Bhandari mengatakan Lama kembali kurang dari lima menit kemudian, tetapi Waschiczek sudah tidak berada di tempat itu. Pendaki tersebut dilaporkan hilang kontak sekitar pukul 08.00 waktu setempat saat keduanya bersiap melanjutkan perjalanan turun.
Tim penyelamat dikerahkan bersama helikopter untuk mencari Waschiczek. Laporan CNN Indonesia menyebut ia tidak mengenakan crampon, perangkat berduri yang dipasang pada sepatu untuk membantu mencengkeram es dan salju; bahan tidak memastikan apakah hal itu berkaitan dengan insiden.
Jenazahnya ditemukan hampir dua kilometer di bawah lokasi perkemahan dan telah dievakuasi dari gunung. Jenazah tersebut akan dibawa dengan helikopter ke rumah sakit di Kathmandu untuk menjalani autopsi.
Kematian Waschiczek menjadi korban jiwa pertama di Ama Dablam pada musim pendakian kali ini. Lebih dari 300 pendaki telah memperoleh izin mendaki gunung itu selama musim gugur, yang berlangsung dari September hingga November. Menurut laporan yang sama, insiden ini terjadi beberapa hari setelah dua pendaki Jepang meninggal di gunung lain di Nepal bagian barat.