
Sugiono Sebut Pemuda Menentukan Masa Depan Indonesia
46 menit yang lalu
Arifah mendorong perusahaan menyediakan pengasuhan anak untuk mendukung pekerja dan produktivitas.
Terbit · 2 min read

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Choiri Fauzi mendorong perusahaan menyediakan fasilitas penitipan anak dan menerapkan kebijakan pengasuhan yang ramah keluarga. Menurut laporan CNN Indonesia, ia menilai dukungan tersebut dapat membantu perempuan menyeimbangkan pekerjaan dan tanggung jawab keluarga.
Arifah menyampaikan hal itu dalam Policy Dialogue on Employer-Supported Childcare yang diselenggarakan Indonesia Business Coalition for Women Empowerment (IBCWE), Kamis (29/10/2026). Dialog tersebut merupakan bagian dari peringatan International Day of Care and Support 2026.
Dalam keterangan tertulis, Arifah mengatakan pengasuhan anak bukan hanya urusan keluarga, tetapi membutuhkan keterlibatan keluarga, masyarakat, pemerintah, dan dunia usaha. Ia menilai dukungan perusahaan juga dapat membantu menciptakan lingkungan kerja inklusif dan mendorong produktivitas.
Menurut laporan yang sama, dukungan perusahaan dapat berupa fasilitas penitipan anak berkualitas, kemitraan dengan penyedia layanan pengasuhan, serta pengaturan kerja yang lebih fleksibel. Arifah menyebut kebijakan tersebut dapat membantu pekerja menjalankan tanggung jawab pengasuhan sekaligus mendukung keberlanjutan tenaga kerja.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia sekaligus pendiri IBCWE, Shinta Widjaja Kamdani, mengatakan investasi pada dukungan pengasuhan dapat memberi manfaat bagi dunia usaha. Menurut Shinta, kebijakan yang mendukung kebutuhan pekerja dapat membantu perusahaan mempertahankan tenaga kerja dan meningkatkan produktivitas.
Shinta mencontohkan sebuah perusahaan tekstil di Vietnam yang mencatat penurunan tingkat pergantian pekerja hingga sepertiga setelah membuka taman kanak-kanak di tempat kerja. Ia juga menyebut studi di Indonesia yang menunjukkan penambahan satu prasekolah untuk setiap 1.000 anak dapat meningkatkan produktivitas pabrik manufaktur dengan proporsi pekerja perempuan rata-rata sebesar 11 persen.
IBCWE telah bekerja sama dengan sejumlah perusahaan sejak 2024 melalui program Employer-Supported Childcare. Skema yang diterapkan mencakup pengaturan kerja fleksibel, cuti orang tua, dan penyusunan kebijakan perusahaan untuk membantu pekerja menyeimbangkan pekerjaan dan pengasuhan.
Dalam forum itu, dua perusahaan mitra program berbagi pengalaman tentang penerapan kebijakan pengasuhan, termasuk identifikasi kebutuhan pekerja dan tantangan pelaksanaannya. Pengalaman tersebut menunjukkan model pengasuhan perlu disesuaikan dengan karakteristik tenaga kerja, kebutuhan keluarga, dan kondisi operasional perusahaan.