
Tardozzi Sebut Martin Lakukan Kesalahan Fatal
13 menit yang lalu
Pengeluaran saham HSC mengubah perhitungan IHSG, tetapi tidak menghapusnya dari penghitungan kapitalisasi pasar bursa.
Terbit · 1 min read

Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mengeluarkan 81 saham berkategori High Shareholding Concentration (HSC) dari perhitungan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Menurut laporan CNBC Indonesia, Direktur Pengembangan BEI Iding Pardi menyatakan kebijakan itu tidak mengurangi kapitalisasi pasar saham di bursa.
Iding menyampaikan pernyataan kepada wartawan pada Selasa (27/10/2026). Kebijakan pengeluaran saham HSC dari perhitungan IHSG mulai berlaku 2 November 2026.
Iding menjelaskan, saham-saham HSC memiliki bobot sekitar 18 persen terhadap IHSG. Sementara itu, kapitalisasi pasar saham-saham tersebut mencapai sekitar 30 persen dari total kapitalisasi pasar bursa.
Menurut laporan yang sama, Iding menyebut pengeluaran saham HSC dari perhitungan IHSG hanya memengaruhi perhitungan indeks tersebut. Kapitalisasi perusahaan yang sahamnya masuk kategori HSC tidak dihapus dari keseluruhan pasar modal Indonesia.
Iding menjelaskan, kapitalisasi pasar BEI tetap dihitung berdasarkan seluruh saham yang tercatat, termasuk saham berkategori HSC. Menurutnya, perubahan perhitungan IHSG tidak mengubah penghitungan total kapitalisasi pasar bursa.
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menyatakan kebijakan ini merupakan kelanjutan dari langkah sebelumnya yang mengecualikan saham HSC dari indeks IDX30, LQ45, dan IDX80.
Pengeluaran saham HSC dari perhitungan IHSG dijadwalkan berlaku mulai 2 November 2026.