
Kemnaker dan PEI Perkuat Pencegahan Risiko Kerja
8 menit yang lalu
Fasilitas penyimpanan minyak impor ditargetkan menopang stok hingga 60 hari; pemerintah juga menyiapkan bioetanol.
Terbit · 1 min read

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah menyiapkan pembangunan fasilitas penyimpanan minyak mentah di sejumlah wilayah Sumatra. Menurut laporan CNBC Indonesia pada Rabu (4/11/2026), fasilitas itu ditargetkan mendukung ketersediaan stok hingga 60 hari.
Bahlil menyebut fasilitas tersebut disiapkan untuk menampung minyak mentah hasil impor. Rencana itu merupakan bagian dari upaya meningkatkan kapasitas penyimpanan dan memperkuat fleksibilitas pengelolaan pasokan minyak nasional.
Studi kelayakan pembangunan fasilitas tersebut telah rampung. Pemerintah merencanakan peninjauan lokasi mulai akhir 2026 dengan mempertimbangkan aspek teknis, keselamatan, dan mitigasi risiko bencana.
Bahlil mengatakan pemerintah ingin menghindari lokasi yang berpotensi besar menjadi bencana. Menurutnya, pertimbangan tersebut berkaitan dengan keselamatan.
Selain menyiapkan fasilitas penyimpanan minyak, pemerintah juga mendorong pengembangan bioetanol secara bertahap, dari E20 hingga E50. Rencana tersebut dibahas dalam rapat yang juga dihadiri Presiden Prabowo, yang menanyakan kesiapan penerapan E20.
Bahlil mengatakan pemerintah telah menyiapkan rencana strategis pengembangan bioetanol. Ia menyebut Kementerian ESDM berkolaborasi dengan Menteri Pertanian untuk menyiapkan bahan baku dari sektor hulu.
Pemerintah juga memastikan program mandatori biodiesel B50 tetap berlanjut. Materi menyebut kebijakan itu sebagai bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat pemanfaatan energi domestik, mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar fosil, dan meningkatkan nilai tambah sumber daya nasional.