
Kemnaker: AI Tidak Gantikan Pengantar Kerja
15 menit yang lalu
Air mengalir membantu membilas kotoran, sementara berendam dapat bermanfaat bagi kondisi kulit tertentu.
Terbit · 1 min read

Profesor madya dermatologi di Yale School of Medicine Christopher Bunick menilai mandi dengan pancuran lebih efektif membersihkan kotoran pada kulit dibandingkan berendam. Menurut laporan ANTARA yang mengutip laman Health, Bunick menjelaskan perbedaan itu berdasarkan cara air mengalir atau menggenang.
Menurut Bunick, air yang mengalir terus membilas keringat, kotoran, dan kerak dari kulit hingga terbuang ke saluran pembuangan. Saat berendam, seseorang berada di dalam air yang sama, sementara kotoran tersebut masih menempel pada kulit.
Namun, pilihan metode mandi dapat bergantung pada kondisi kulit. Bunick menjelaskan bahwa berendam dengan campuran tertentu mungkin memberi kelegaan bagi orang dengan kondisi kulit inflamasi, seperti eksim atau psoriasis.
Ia menyebut garam epsom, oatmeal, atau produk penenang lain sebagai campuran yang mungkin digunakan dalam air rendaman.
Berendam juga mungkin lebih sesuai bagi orang dengan kulit sensitif, rapuh, atau luka yang dapat teriritasi oleh tekanan pancuran. Bunick mencontohkan gatal-gatal akibat tekanan air yang bisa memburuk ketika terkena pancuran bertekanan tinggi.
Bunick menyarankan mandi singkat dengan air hangat kuku, baik menggunakan pancuran maupun berendam. Mandi terlalu lama atau terlalu panas dapat menghilangkan minyak alami kulit, yang berisiko menyebabkan kulit kering, pecah-pecah, gatal, infeksi, atau kambuhnya eksim; ia juga menyarankan penggunaan pelembap segera setelah mandi.