
Wamendes Dorong Peran Desa Turunkan Stunting
14 menit yang lalu
Laporan CNBC Indonesia mengulas tekanan pada sejumlah saham setelah Demokrat merebut kendali Kongres AS.
Terbit · 2 min read

Kemenangan Partai Demokrat dalam pemilu sela Amerika Serikat (AS) pada 3 November 2026 memukul posisi politik para donor besar Partai Republik dan menekan sejumlah saham, menurut laporan CNBC Indonesia. Perusahaan yang disebut terdampak mencakup sektor pertahanan, minyak, pusat data, serta bisnis yang terkait dengan Donald Trump dan Elon Musk.
Hasil pemilu itu menyiapkan pemerintahan terbelah: Trump tetap menjabat presiden, sementara Demokrat menguasai DPR dan Senat. Kongres baru mulai menjabat pada Januari 2027.
Menurut laporan yang sama, kendali Demokrat berpotensi meningkatkan pengawasan terhadap anggaran dan agenda pemerintahan Trump. Kontribusi politik para donor Republik yang dibahas dalam laporan tidak dengan sendirinya menunjukkan kerugian bisnis atau perubahan kekayaan mereka.
Saham perusahaan pertahanan dapat tertekan oleh ketidakpastian anggaran. Usulan anggaran pertahanan Trump sebesar US$1,5 triliun untuk 2027 masih memerlukan persetujuan Kongres, dan anggaran yang lebih kecil dari harapan pasar dapat memperlambat pertumbuhan pesanan kontraktor.
Laporan itu juga mengingatkan bahwa pelemahan saham belum membuktikan pembatalan kontrak atau penurunan laba. Kebutuhan pengisian persenjataan dan program modernisasi masih dapat menopang permintaan.
Trump Media, perusahaan di balik Truth Social, dan Tesla turut dibahas karena kaitannya dengan Trump dan Musk. Perubahan ekspektasi investor dapat memengaruhi sentimen terhadap perusahaan, tetapi pergerakan saham tidak sama dengan perubahan seluruh kekayaan pribadi kedua tokoh.
Perusahaan pusat data menghadapi risiko jika aturan baru memperlambat izin atau sambungan listrik. Di Texas, gubernur terpilih Gina Hinojosa menyerukan penghentian persetujuan proyek sampai aturan perlindungan baru ditetapkan; persoalannya mencakup penggunaan listrik dan air, biaya jaringan, transparansi, serta insentif pajak.
GEO Group dan CoreCivic disebut sensitif terhadap kebijakan imigrasi dan kontrak pemerintah. Sementara itu, ExxonMobil dan ConocoPhillips terpapar perubahan harga minyak, yang dapat dipengaruhi harapan meredanya konflik Iran, permintaan global, produksi negara penghasil minyak, dan perkembangan ekonomi.
Mayoritas Demokrat dapat memperketat pendanaan dan memperdebatkan otorisasi operasi militer, sehingga pembiayaan operasi berkepanjangan mungkin menghadapi negosiasi lebih sulit. Namun, kemenangan Demokrat tidak otomatis menghentikan perang atau memastikan tidak ada serangan baru; hasilnya bergantung pada keputusan pendanaan, sikap Kongres dan Gedung Putih, serta perkembangan keamanan.