
UE Pantau Ancaman Bom di Penerbangan Eropa
14 menit yang lalu
Nilai ekspor makanan olahan mencapai 4,49 miliar dolar AS pada Januari-Agustus 2026.
Terbit · 1 min read

Kementerian Perdagangan menyebut nilai ekspor makanan olahan Indonesia mencapai 4,49 miliar dolar AS pada Januari-Agustus 2026, tumbuh 13,47 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka tersebut disampaikan Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi dalam keterangan yang dikutip ANTARA.
Keterangan itu disampaikan di Jakarta terkait SIAL Food & Drinks Indonesia 2026. Pameran tersebut berlangsung pada 4–6 November 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta.
Fajarini menilai pertumbuhan ekspor menunjukkan daya saing produk makanan Indonesia di pasar global semakin kuat dan membuka peluang perluasan pasar internasional.
Menurut Fajarini, Indonesia memiliki potensi besar dalam industri makanan dan minuman. Ia juga menyebut pameran seperti SIAL sebagai sarana mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan mitra internasional.
Pameran itu menghadirkan lebih dari 500 merek dari 16 negara dan wilayah. Kegiatan tersebut mempertemukan produsen, pemasok, distributor, peritel, serta pembeli profesional dari Indonesia dan pasar internasional.
ANTARA melaporkan SIAL Food & Drinks Indonesia menggunakan platform antarusaha untuk menghubungkan pemangku kepentingan di sepanjang rantai industri makanan dan minuman. Platform tersebut juga membuka peluang jejaring perdagangan, penjajakan kemitraan, pertukaran produk dan teknologi, serta akses ke pasar lintas negara.
Managing Director SIAL Network – ASEAN & India Henri Tan menyebut potensi industri makanan dan minuman Indonesia didukung pasar domestik yang luas, sumber daya pertanian melimpah, dan ekosistem kewirausahaan yang dinamis. Ia mengatakan pameran itu menjembatani produsen Indonesia dengan pembeli dan mitra bisnis internasional serta memperkenalkan peluang bisnis di Indonesia kepada pelaku usaha global.