
Doli Desak Pertemuan Ketum Parpol Bahas Ijazah Gibran
14 menit yang lalu
Ekspor dan impor Indonesia tumbuh hingga September 2026, sementara neraca perdagangan mencatat surplus.
Terbit · 2 min read

Ekspor nonmigas Indonesia ke China mencapai 54,17 miliar dolar AS hingga September 2026, menurut laporan ANTARA yang mengutip Badan Pusat Statistik (BPS). Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menyebut nikel dan barang daripadanya, lemak dan minyak hewani atau nabati, serta bahan bakar mineral sebagai pendorong ekspor ke negara itu.
Secara keseluruhan, ekspor Indonesia selama Januari-September 2026 mencapai 221,23 miliar dolar AS, naik 5,58 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025. Ekspor nonmigas tercatat 212,27 miliar dolar AS, meningkat 6,30 persen, sedangkan ekspor migas mencapai 8,96 miliar dolar AS, turun 9,11 persen.
Ateng mengatakan ekspor nonmigas ke China, Amerika Serikat, India, dan ASEAN meningkat secara kumulatif. Sebaliknya, ekspor ke Uni Eropa serta sejumlah negara dan kawasan tujuan lainnya mengalami penurunan.
Menurut laporan yang sama, industri pengolahan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekspor nonmigas dengan kenaikan 8,93 persen secara kumulatif.
Dari sisi impor, Indonesia mencatat nilai 210,63 miliar dolar AS selama Januari-September 2026, meningkat 19,67 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Impor nonmigas mencapai 178,06 miliar dolar AS, naik 16,92 persen, sementara impor migas sebesar 32,57 miliar dolar AS, meningkat 37,35 persen.
China, Jepang, dan Australia menjadi tiga negara asal utama impor nonmigas Indonesia, dengan kontribusi gabungan 52,94 persen dari total impor nonmigas. Impor nonmigas dari China mencapai 76,16 miliar dolar AS; mesin dan peralatan elektronik mendominasi dengan porsi 22,13 persen dan tumbuh 27,83 persen secara tahunan kumulatif.
Pada September 2026, ekspor Indonesia mencapai 27,59 miliar dolar AS, meningkat 11,87 persen dibandingkan September 2025. Ekspor nonmigas menyumbang 26,64 miliar dolar AS, naik 12,39 persen, sedangkan ekspor migas tercatat 950 juta dolar AS, turun 0,99 persen.
Pada bulan yang sama, nilai impor mencapai 24,23 miliar dolar AS, meningkat 18,41 persen secara tahunan. Impor nonmigas sebesar 20,96 miliar dolar AS, naik 17,59 persen, sementara impor migas mencapai 3,27 miliar dolar AS, meningkat 23,94 persen.
Neraca perdagangan barang Indonesia pada September 2026 mencatat surplus 3,36 miliar dolar AS. Perdagangan nonmigas menyumbang surplus 5,67 miliar dolar AS, terutama dari lemak dan minyak hewani atau nabati, bahan bakar mineral, serta besi dan baja; perdagangan migas mengalami defisit 2,31 miliar dolar AS. Secara kumulatif, neraca perdagangan Januari-September surplus 10,61 miliar dolar AS, dengan surplus nonmigas 34,21 miliar dolar AS dan defisit migas 23,60 miliar dolar AS.