
MRT Jakarta Tegaskan Larangan Makan dan Minum
10 menit yang lalu
Mulut pahit dapat dipicu kebiasaan sehari-hari atau kondisi kesehatan; keluhan berulang perlu diperiksa.
Terbit · 2 min read

Mulut terasa pahit saat bangun tidur dapat dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari berkurangnya produksi air liur hingga gangguan kesehatan tertentu. Menurut laporan ANTARA, keluhan ini terkadang disertai mulut kering, napas tidak sedap, atau sensasi asam di tenggorokan.
Laporan ANTARA yang terbit pada 3 November 2026 menyebut rasa pahit sering kali mereda setelah minum air atau menyikat gigi. Namun, keluhan yang muncul berulang dapat berkaitan dengan kondisi kesehatan tertentu.
Produksi air liur biasanya berkurang selama tidur. Jika air liur menurun, bakteri lebih mudah berkembang dan menghasilkan senyawa yang dapat menimbulkan rasa atau bau tidak sedap; kekurangan cairan juga bisa membuat mulut kering.
Kebersihan gigi yang kurang terjaga dapat menyebabkan sisa makanan dan plak menumpuk. Refluks asam lambung juga dapat menimbulkan rasa asam atau pahit apabila isi lambung naik hingga ke tenggorokan atau mulut.
Refluks dapat disertai rasa panas di dada, batuk, suara serak, atau sensasi cairan naik ke mulut. Gejalanya dapat memburuk jika seseorang berbaring segera setelah makan.
Tidur dengan mulut terbuka, termasuk saat hidung tersumbat, dapat membuat rongga mulut lebih cepat kering. Obat tertentu juga dapat memengaruhi produksi air liur atau indra pengecap. Gangguan gigi dan gusi, serta gangguan indra pengecap yang dapat membuat makanan terasa pahit, asam, atau seperti logam, merupakan kemungkinan lain.
Kebiasaan yang dapat membantu mengurangi keluhan antara lain minum cukup, menyikat gigi sebelum tidur, membersihkan lidah dan sela gigi, serta memberi jeda sekitar tiga hingga empat jam antara makan dan berbaring. Mengurangi rokok dan alkohol, memeriksakan kesehatan gigi secara berkala, serta berkonsultasi dengan dokter atau apoteker jika perubahan rasa muncul setelah menggunakan obat juga disarankan.
Pemeriksaan ke dokter disarankan bila rasa pahit berlangsung terus-menerus, semakin sering, atau tidak membaik setelah kebersihan mulut dijaga. Nyeri gigi, gusi berdarah atau bengkak, kesulitan menelan, muntah terus-menerus, penurunan berat badan tanpa sebab jelas, dan kesulitan makan juga menjadi alasan untuk berkonsultasi.