
Semeru Luncurkan Awan Panas Sejauh 5 Km
17 menit yang lalu
Apresiasi Minerba 2026 menilai pemberdayaan masyarakat, praktik pertambangan, dan kepatuhan pembayaran penerimaan negara.
Terbit · 2 min read

Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menekankan pentingnya tata kelola pertambangan yang baik untuk kepentingan generasi mendatang. Menurut laporan ANTARA, Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Tri Winarno menyampaikan hal itu dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi dari Jakarta, Jumat (6/11/2026).
Tri mengatakan kegiatan pertambangan perlu dijalankan dengan baik, memberi manfaat bagi masyarakat sekitar, dan mengelola sumber daya alam secara bertanggung jawab.
Kementerian ESDM mengapresiasi badan usaha yang dinilai menunjukkan kinerja, komitmen, dan kontribusi positif dalam pengelolaan subsektor mineral dan batu bara. Apresiasi Minerba 2026 mencakup empat kategori: Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Badan Usaha Pertambangan Komoditas Batubara, PPM Badan Usaha Pertambangan Komoditas Mineral, Pelaksanaan Kaidah Teknik Pertambangan yang Baik, serta Kepatuhan Pembayaran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Sumber Daya Alam Mineral dan Batubara.
Penilaian program pemberdayaan masyarakat menggunakan delapan pilar: pendidikan, kesehatan, tingkat pendapatan riil, kemandirian ekonomi, sosial dan budaya, lingkungan, kelembagaan komunitas, serta infrastruktur. Menurut laporan yang sama, untuk komoditas mineral terdapat subkategori pionir pemberdayaan masyarakat.
Pada komoditas batu bara, penilaian pemberdayaan masyarakat dibedakan berdasarkan tingkat produksi, yaitu di atas atau di bawah 5 juta ton. Kategori kaidah teknik pertambangan menilai penerapan praktik pertambangan yang baik, sedangkan kategori kepatuhan PNBP ditujukan bagi badan usaha yang memenuhi kewajiban pembayaran sesuai jenis izinnya.
Tri menyebut apresiasi tersebut sebagai momentum bagi badan usaha untuk mempertahankan dan meningkatkan kinerja. Ia berharap praktik baik para penerima dapat menjadi contoh bagi perusahaan lain.
Dalam kesempatan yang sama, Tri juga mengapresiasi pegawai Ditjen Minerba yang tergabung dalam Tim ESDM Siaga Bencana di Sumatera dan Nusa Tenggara Timur. Penerima apresiasi itu meliputi Klinik Pratama Ditjen Minerba serta inspektur tambang yang ditempatkan di Nusa Tenggara Timur, Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.
Laporan ANTARA menyebut tim tersebut terlibat dalam penanganan bencana dan penyaluran bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak. Melalui program ESDM Siaga Bencana, Kementerian ESDM bersama mitra sektor energi dan pertambangan memberikan bantuan serta mendukung pemulihan masyarakat.
Ditjen Minerba berharap capaian para penerima mendorong pelaku usaha lain menerapkan praktik pertambangan yang baik. Kementerian juga mendorong kolaborasi pelaku usaha, asosiasi, akademisi, dan masyarakat untuk mendukung kontribusi subsektor mineral dan batu bara.