
Ombudsman Buka Posko Pengaduan TKA 2026
15 menit yang lalu
Sekitar 20.000 santri memohon hujan di tengah kemarau yang berdampak pada ketersediaan air.
Terbit · 1 min read

Sekitar 20.000 santri Pondok Pesantren Lirboyo di Kota Kediri menggelar salat Istisqa untuk memohon hujan di tengah kemarau berkepanjangan. Menurut laporan ANTARA, kegiatan tersebut dilatarbelakangi berkurangnya ketersediaan air bersih di Kediri dan sekitarnya.
Salat berlangsung di halaman depan Gedung Yayasan Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, pada Jumat (6/11/2026). Pengasuh pesantren, K.H. Abdullah Kafabihi Mahrus, memimpin ibadah sebagai imam sekaligus khatib.
Juru Bicara Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, HM Abdul Mu'id Shohib, mengatakan hujan belum turun merata. Ia menyebut sejumlah sumur pompa milik warga dan pesantren menyusut sehingga perlu digali lebih dalam.
Menurut laporan yang sama, minimnya curah hujan juga menyebabkan sejumlah sumber air menyusut. Salat Istisqa itu diharapkan menjadi ikhtiar memohon hujan agar masyarakat dan petani terbantu.
Ibadah diawali dengan salat sunah dua rakaat berjamaah, kemudian dilanjutkan dengan khutbah dan doa bersama. Dalam khutbahnya, K.H. Abdullah Kafabihi Mahrus mengajak jamaah memperbanyak istigfar, bertobat, dan memohon ampunan.
Ajakan dalam khutbah tersebut merujuk pada Al-Qur'an Surah Nuh ayat 10-12, yang menjelaskan perintah memohon ampunan sebagai bagian dari ikhtiar meminta hujan dan keberkahan. Rangkaian ibadah berakhir setelah khutbah dan doa penutup.
Sejumlah pejabat daerah turut mengikuti salat berjamaah, termasuk Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati dan Wakil Wali Kota Kediri K.H. Qowimuddin Thoha. Kapolres Kediri Kota serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kota Kediri juga hadir.