
Raven Kecerdasan Buatan Bisa Melacak Alamat dari Foto Rumah
13 menit yang lalu
Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG bergerak dalam kisaran 5.150–5.350 saat pasar mencermati arah kebijakan moneter global.
Terbit · 2 min read

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak mendatar pada perdagangan Kamis (29/10/2026), sementara pelaku pasar mencermati arah kebijakan moneter global, menurut laporan ANTARA yang mengutip Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim.
Pada pukul 09.25 WIB, IHSG melemah 44,78 poin atau 0,85 persen ke posisi 5.237,53 setelah dibuka menguat. Indeks LQ45 turun 4,83 poin atau 0,90 persen ke posisi 534,64.
Ratna memperkirakan IHSG bergerak di kisaran 5.150–5.350 pada perdagangan hari itu. Perkiraan tersebut disampaikan dalam kajian Phintraco Sekuritas di Jakarta, menurut laporan ANTARA.
Dari Amerika Serikat, Federal Reserve mempertahankan suku bunga pada kisaran 3,75–4,00 persen pada Rabu (28/10/2026), sesuai ekspektasi. Laporan ANTARA menyebut bank sentral itu menunggu data lebih lanjut mengenai inflasi dan menunda perubahan suku bunga hingga setelah pemilu sela AS pada Selasa (3/11/2026).
Laporan yang sama menyebut dua anggota Komite Pasar Terbuka Federal menyatakan keberatan terhadap keputusan tersebut. Ketua Federal Reserve Kevin Warsh juga menyampaikan perubahan format pertemuan mulai 2027, dengan satu dari delapan pertemuan difokuskan pada strategi kebijakan moneter; pada 2028, dua pertemuan direncanakan membahas strategi.
Di Eropa, Bank Sentral Eropa diperkirakan mempertahankan suku bunga acuan di 2,65 persen dalam pertemuan Kamis (29/10/2026). Bank Sentral Jepang juga diproyeksikan mempertahankan suku bunga acuannya di tengah kondisi geopolitik yang belum stabil.
Investor turut mencermati perkiraan pertumbuhan ekonomi AS sebesar 3,2 persen secara tahunan pada kuartal ketiga 2026, dibandingkan 2,2 persen pada kuartal II-2026. Indeks PCE AS pada September diperkirakan naik menjadi 3,6 persen dari 3,4 persen pada Agustus, sedangkan indeks PCE inti diperkirakan meningkat menjadi 3,1 persen dari 3 persen.
Di dalam negeri, Bursa Efek Indonesia mengubah anggaran dasar dalam RUPSLB pada Rabu (28/10/2026) sebagai langkah awal menuju demutualisasi, sehingga kepemilikan saham bursa tidak hanya bagi anggota bursa. Ratna menyebut peluang investasi baru, inovasi lebih cepat, serta transparansi dan tata kelola yang lebih baik sebagai potensi dampak positif, sementara konflik kepentingan, dominasi entitas besar, dan penyesuaian biaya transaksi menjadi potensi risiko.