
Korsel Denda Google dan Apple Rp866 Miliar
12 menit yang lalu
Pemantauan di Pasar Inpres Manonda mencatat harga sejumlah bahan pokok dan ketersediaannya masih terkendali.
Terbit · 1 min read

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memantau harga dan ketersediaan bahan pokok di Pasar Inpres Manonda, Kota Palu, Sulawesi Tengah. Menurut laporan ANTARA, pemantauan itu dilakukan untuk melihat kondisi pangan di daerah dan menjaga stabilitas harga serta pasokan.
Perwakilan Kemendagri, Ria Marini, menyampaikan hasil pemantauan tersebut saat berada di pasar pada Kamis (29/10/2026). Kegiatan itu didampingi Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Palu.
Pemantauan mencakup komoditas yang dinilai strategis dan berkontribusi terhadap inflasi, yakni cabai, bawang merah, bawang putih, beras, dan minyak goreng. Ria mengatakan harga bahan pokok masih relatif terjangkau meski terdapat kenaikan, terutama pada cabai.
Berdasarkan hasil pemantauan, beras medium tercatat Rp15.000 per kilogram dan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Rp60.000 per lima kilogram. Cabai dijual Rp130.000 per kilogram, bawang putih Rp35.000 per kilogram, bawang merah Rp40.000 per kilogram, dan Minyakita Rp15.700 per liter.
Ria menyatakan harga Minyakita masih sesuai dengan harga eceran tertinggi yang ditetapkan pemerintah. Ia menilai harga dan ketersediaan bahan pangan di Palu masih terkendali sehingga kebutuhan pokok masih dapat dijangkau masyarakat.
Ria mengapresiasi program Kelurahan Menanam yang dijalankan Pemerintah Kota Palu untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat dan menjaga pasokan pangan. Ia berharap pemerintah daerah melanjutkan program-program tersebut agar kestabilan harga dan ketersediaan bahan pokok tetap terjaga.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palu, Lukman, menjelaskan Kelurahan Menanam merupakan salah satu upaya pemerintah daerah menjaga pasokan pangan. Menurut Lukman, hasil produksi peserta program membantu menjaga ketersediaan cabai dan stok di pasar.
Lukman mengatakan produksi petani diarahkan untuk menjaga pasokan. Cabai rawit, bawang, dan tomat merupakan tiga komoditas pertanian yang berkontribusi terhadap inflasi. Program tersebut juga didukung sekolah lapang bagi petani cabai untuk meningkatkan pemahaman tentang pengelolaan usaha tani dan teknik budi daya.