
Korsel Denda Google dan Apple Rp866 Miliar
12 menit yang lalu
Pemetaan terukur menghubungkan pendidikan tinggi, riset, dan industri dengan kebutuhan tenaga kerja.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan ANTARA, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie mendorong pemetaan ekosistem pekerjaan hijau secara terukur melalui pendidikan tinggi, riset, dan kolaborasi dengan industri.
Dalam keterangan di Jakarta, Kamis (29/10/2026), Stella mengatakan pemetaan itu diarahkan untuk mengetahui kebutuhan tenaga kerja, menghubungkan riset perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia usaha, serta mempersiapkan karier generasi muda di bidang pekerjaan hijau.
Stella menilai pekerjaan hijau perlu ditopang model usaha yang menghasilkan nilai ekonomi. Pengembangan usaha ramah lingkungan, menurut laporan yang sama, perlu melibatkan perguruan tinggi, industri, dan pemerintah daerah agar potensi lokal dapat dikembangkan secara berkelanjutan.
Stella menjelaskan bahwa kegiatan ramah lingkungan yang menjadi bisnis dapat menghasilkan perputaran ekonomi dan menyerap tenaga kerja. Ia menyebut keterlibatan dalam perekonomian dapat mendorong semangat pemerintah daerah.
Salah satu gagasan yang dibahas adalah Green Business Academy melalui perguruan tinggi. Program itu dapat melibatkan dosen, peneliti, pelaku industri, dan pemerintah daerah untuk mengidentifikasi peluang usaha berkelanjutan.
Materi pembelajaran program tersebut dapat disesuaikan dengan potensi wilayah. Stella juga menekankan perlunya menghubungkan penelitian perguruan tinggi dengan persoalan industri melalui mekanisme timbal balik: industri menyampaikan masalah yang membutuhkan solusi, lalu perguruan tinggi merespons melalui penelitian dan inovasi berdasarkan keahlian yang dimiliki.
Pendekatan itu membuka ruang bagi penelitian untuk menjawab kebutuhan nyata industri dan mempertemukan pelaku usaha dengan peneliti yang memiliki kompetensi sesuai. Stella juga mengusulkan panduan jalur karier menuju pekerjaan ramah lingkungan.
Panduan itu dapat memetakan jenis pekerjaan, kompetensi yang dibutuhkan, serta bidang dengan permintaan tenaga kerja tinggi tetapi tenaga terampilnya masih terbatas. Kolaborasi pemerintah, perguruan tinggi, industri, peneliti, dan komunitas diharapkan menghubungkan hasil riset dengan kebutuhan dunia usaha dan masyarakat.