
Pertamina Dorong Inovasi Anak Muda
13 menit yang lalu
IHSG menguat, sementara laporan merinci kinerja emiten, transaksi korporasi, dan rekomendasi lima saham.
Terbit · 2 min read

IHSG ditutup menguat 0,31% ke level 5.282,31 pada perdagangan Rabu (28/10/2026). Menurut laporan CNBC Indonesia, penguatan terutama ditopang saham BBCA, ASII, dan AMMN.
BBCA naik 7,65%, ASII 7,99%, dan AMMN 3,72%. Sebaliknya, TLKM turun 3,27%, BRPT 6,79%, dan DSSA 5,80%; investor asing mencatat beli bersih Rp257,74 miliar di pasar reguler dan Rp664,24 miliar di seluruh pasar.
Hanya tiga dari 11 sektor yang berakhir menguat. Sektor kesehatan naik paling tinggi, 1,71%, sedangkan infrastruktur turun paling dalam, 2,13%. Di Amerika Serikat, Dow Jones menguat 0,19% ke level 52.475, S&P 500 naik 0,28% ke 7.743, dan Nasdaq naik 0,27% ke 26.549.
Bursa Efek Indonesia menetapkan ASII, BBCA, BUMI, BRPT, dan INDF sebagai efek yang dikecualikan dari daftar efek yang dapat diperdagangkan melalui mekanisme jual kosong selama November 2026. Menurut laporan yang sama, kebijakan itu tidak memengaruhi perdagangan reguler saham-saham tersebut.
PT Indosat Tbk membukukan laba bersih Rp4,92 triliun hingga kuartal ketiga 2026, naik 37,20% dibandingkan Rp3,59 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan meningkat 11,10% menjadi Rp45,75 triliun dan laba usaha naik 25,50% menjadi Rp9,84 triliun. Pendapatan segmen seluler tumbuh 9,50% menjadi Rp37,85 triliun, sedangkan segmen multimedia, komunikasi data, dan internet naik 20,70% menjadi Rp7,24 triliun.
PT Habco Trans Maritima Tbk membeli kapal pengangkut curah Union Lotus dari Coastline Shipping Limited senilai US$25,60 juta atau sekitar Rp457,11 miliar. Pembelian dilakukan untuk menambah kapasitas armada di tengah keterbatasan jumlah kapal dalam memenuhi permintaan pelanggan; Coastline Shipping Limited merupakan pihak ketiga yang tidak terafiliasi dengan Habco.
Kapal itu akan disewakan kembali kepada penjual melalui kontrak sewa jangka panjang. Nilai transaksi setara 27,92% dari ekuitas perseroan dan tidak memerlukan persetujuan rapat umum pemegang saham. Tarif dan masa sewa belum diungkapkan sehingga tambahan pendapatan belum dapat dihitung.
PT Nexai Digital Infrastruktur Tbk berencana menerbitkan paling banyak 285,73 juta saham baru melalui penawaran umum terbatas, dengan potensi dana maksimal Rp2,54 triliun. Setiap 100 saham lama memberikan hak untuk memperoleh 15 hak memesan efek terlebih dahulu, dengan harga pelaksanaan Rp8.880 per saham. Dana direncanakan untuk pengambilalihan piutang dan pelunasan sebagian pinjaman kepada NDC sebesar sekitar Rp1,57 triliun, setoran modal Rp800 miliar kepada anak usaha untuk pengembangan pusat data kecerdasan buatan di Batang dan Cikarang, serta modal kerja.
Pemegang saham utama, PT Nextier Datamate Center, yang memiliki 62,71% saham, berencana menggunakan seluruh haknya senilai Rp1,59 triliun. Aksi korporasi itu tidak disertai pembeli siaga, sedangkan pemegang saham yang tidak menggunakan hak berpotensi mengalami dilusi maksimal 13,04%. Tanggal terakhir pembelian saham dengan hak di pasar reguler dan negosiasi ditetapkan pada 4 November 2026, tanggal pencatatan pada 6 November 2026, dan periode perdagangan serta pelaksanaan hak pada 10–23 November 2026. Laporan CNBC Indonesia juga mencantumkan rekomendasi beli BBCA pada rentang Rp5.200–Rp5.250, dengan target Rp5.350–Rp5.550 dan batas rugi Rp4.950; ASII Rp4.970–Rp4.990, target Rp5.075–Rp5.175, batas rugi Rp4.750; ANTM Rp2.760–Rp2.780, target Rp2.830–Rp2.860, batas rugi Rp2.630; NISP Rp1.185–Rp1.195, target Rp1.210–Rp1.225, batas rugi Rp1.145; serta JSMR Rp2.850–Rp2.870, target Rp2.920–Rp2.960, batas rugi Rp2.710. Laporan menyatakan rekomendasi tersebut bersifat informatif dan bukan ajakan membeli atau menjual saham.