
Wamendes Dorong Peran Desa Turunkan Stunting
14 menit yang lalu
Yassierli menyebut inovasi, berpikir sistem, dan pola pikir bertumbuh sebagai bekal menghadapi perubahan dunia kerja.
Terbit · 1 min read

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyebut inovasi, kemampuan berpikir sistem, dan pola pikir bertumbuh sebagai tiga karakter yang perlu dimiliki sumber daya manusia Indonesia untuk menghadapi perubahan dunia kerja. Menurut laporan ANTARA, ia menyampaikan hal itu dalam keterangannya di Jakarta pada Kamis (5/11/2026).
Yassierli mengatakan dunia kerja berubah seiring perkembangan teknologi, kecerdasan buatan, transisi hijau, dan perubahan demografi. Perubahan tersebut memengaruhi jenis pekerjaan, kebutuhan keterampilan, serta cara orang memandang persoalan.
Karakter pertama yang ia soroti adalah inovasi. Menurut Yassierli, inovasi tidak terbatas pada penemuan besar, tetapi juga mencakup inisiatif untuk mengenali persoalan dan mengajukan gagasan yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Inovasi itu hanya lahir dari suatu keberanian melakukan inisiatif. Dan inisiatif selalu dimulai dari satu orang,” kata Yassierli.
Ia juga menilai kemampuan berpikir sistem diperlukan agar seseorang memahami persoalan secara utuh dan melihat hubungan antara berbagai aspek. Dalam ketenagakerjaan, perubahan industri dan investasi berkaitan dengan kebutuhan keterampilan serta perubahan jenis pekerjaan akibat perkembangan teknologi.
“Belajarlah melihat sesuatu itu terkait dengan ekosistem yang lebih besar. Jangan mudah menyederhanakan masalah, karena realitas itu kompleks,” ujarnya.
Karakter ketiga adalah pola pikir bertumbuh, yang menurut Yassierli tercermin dari kemauan untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan. Ia mengatakan seseorang tidak seharusnya membatasi diri pada bidang keahlian atau latar belakang pendidikan yang telah dimiliki.
Yassierli menggambarkan pola pikir itu sebagai kesiapan mempelajari hal baru dan membuka kemungkinan bagi potensi diri untuk berkembang ke arah yang belum diketahui.