
OJK Larang Eks Broker Beraktivitas 10 Tahun
12 menit yang lalu
Indonesia mendukung akses pembiayaan perdagangan dan pembayaran digital untuk memperluas peluang UMKM di negara anggota OKI.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan ANTARA, Indonesia mendorong akses pembiayaan perdagangan yang inklusif, andal, dan efisien bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kawasan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Komitmen itu disampaikan Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri dalam pertemuan tingkat menteri COMCEC ke-42.
Roro menyampaikan hal tersebut dalam sesi pertukaran pandangan di Istanbul, Turki, pada Senin (2/11/2026). Dalam keterangan di Jakarta, ia menyebut UMKM menyumbang sekitar 61 persen terhadap produk domestik bruto Indonesia, atau senilai lebih dari 500 miliar dolar AS pada 2025.
Roro mengatakan keterbatasan pemahaman mengenai persyaratan pembiayaan, agunan, dan riwayat kredit masih menghambat UMKM memperoleh pembiayaan ekspor. Hambatan tersebut menyulitkan mereka menembus pasar internasional.
“Di tengah ketidakpastian ekonomi global, akses pembiayaan perdagangan yang terjangkau menjadi kunci utama dalam mendorong daya saing ekspor,” ujar Roro. Ia menyambut rekomendasi kebijakan kelompok kerja perdagangan COMCEC, termasuk perluasan pembiayaan syariah dan penilaian kredit berbasis arus kas.
Rekomendasi lain yang disebutkan mencakup digitalisasi dokumen perdagangan serta skema penjaminan bagi UMKM. Indonesia juga mendukung kerja sama konkret antarnegara anggota OKI untuk memperkuat ekosistem pembiayaan regional.
Program yang didukung Indonesia meliputi peningkatan kapasitas, fasilitas pembiayaan bersama, jaminan kredit, dan asuransi ekspor, terutama bagi UMKM. Roro juga menekankan digitalisasi pembayaran lintas negara, termasuk penggunaan mata uang lokal masing-masing negara.
Indonesia memandang sistem pembayaran digital yang aman, nyaman, dan saling terhubung melalui kode QR penting seiring meningkatnya perdagangan elektronik lintas negara. Roro menilai pengalaman interkoneksi QRIS lintas negara dengan Malaysia, Singapura, Jepang, dan sejumlah negara lain menunjukkan potensi sistem tersebut untuk mempermudah transaksi UMKM dan memperluas jangkauan pasar di kawasan OKI.