
Len Gandeng Lima Mitra Kembangkan Molinas
11 menit yang lalu
Investasi Tynergy di Batam ditargetkan mencapai 500 juta dolar AS untuk mengembangkan industri baterai dan teknologi energi.
Terbit · 2 min read

Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji menilai rencana investasi tahap awal Amerika Serikat senilai 500 juta dolar AS di Batam dapat memperkuat daya saing dan memperdalam struktur industri nasional. Menurut laporan ANTARA, investasi itu diarahkan ke sektor baterai dan teknologi energi terbarukan.
Investasi Tynergy direncanakan di Wiraraja Industrial Park I, Batam, melalui kerja sama PT Tynergy Technology Group dan Wiraraja Group. Sarmuji memberikan keterangan di Jakarta pada Kamis (29/10/2026) setelah menyaksikan penandatanganan kerja sama.
Sarmuji menjelaskan investasi tersebut merupakan salah satu hasil konkret diplomasi ekonomi Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Amerika Serikat, terutama dalam bidang perdagangan, investasi, dan pengembangan industri. Kerja sama itu menindaklanjuti kesepakatan investasi kedua negara yang ditandatangani pada 18 Februari 2026 di Washington, D.C., dan disaksikan Presiden Prabowo.
Rencana investasi tahap awal Tynergy di Wiraraja Industrial Park I ditargetkan mencapai 500 juta dolar AS. Investasi itu diarahkan untuk mengembangkan industri baterai yang dapat digunakan pada kendaraan listrik, pusat data, dan sistem penyimpanan energi bagi pembangkit berbasis energi terbarukan.
“Ini adalah tindak lanjut dari kunjungan Bapak Presiden ke Amerika Serikat. Kita membuktikan bahwa kunjungan Presiden ke luar negeri menghasilkan langkah-langkah produktif. Selain mempererat hubungan antarnegara, kunjungan tersebut juga membawa misi ekonomi untuk mengundang investor, menumbuhkan industri, dan menciptakan lapangan kerja di Indonesia,” ujar Muhammad Sarmuji.
Sarmuji menilai pemanfaatan baterai untuk beragam kebutuhan dapat memperkuat struktur industri nasional. Ia juga mengatakan Kementerian Perindustrian akan mendukung kelancaran realisasi investasi dan membantu mengatasi kendala yang mungkin dihadapi pelaku industri.
Presiden Direktur PT Wiraraja Bintang Persada Akhmad Ma'ruf Maulana mengatakan pembangunan pabrik masih dalam tahap penyelesaian akhir. Ia memperkirakan fasilitas tersebut dapat dikunjungi sekitar April tahun depan, sedangkan investasi berikutnya direncanakan mulai masuk pada awal 2027.
Presiden Direktur PT Tynergy Technology Group Yan Purba mengatakan kerja sama tersebut merupakan tahap awal pengembangan industri teknologi energi di Indonesia. Pengembangan itu melibatkan Tynergy bersama sejumlah mitra, termasuk Essence Global Indonesia dan Energy Tech Indonesia.