
Jabar Salurkan Ayam Sentul dan DOC di Garut
12 menit yang lalu
Indonesia mengerahkan personel dan armada udara untuk menangani karhutla, sementara tawaran bantuan asing akan dipertimbangkan sesuai kebutuhan lapangan.
Terbit · 1 min read

Menteri Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir menegaskan kepada Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan bahwa penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi prioritas nasional Indonesia. Menurut laporan ANTARA, Arrmanatha menyampaikan hal itu setelah pertemuan bilateral dengan Balakrishnan di Jakarta, Selasa (27/10/2026).
Dalam pernyataan pers bersama, Arrmanatha mengatakan dampak asap karhutla menjangkau negara tetangga, termasuk Singapura. Ia menyebut petani, keluarga, dan anak-anak di Sumatra serta Kalimantan sebagai pihak yang paling awal terdampak.
Arrmanatha mengatakan Presiden Prabowo menginstruksikan peningkatan intensitas dan koordinasi penanganan, pengoptimalan respons nasional, serta penggunaan seluruh sumber daya nasional. Pemerintah juga memanfaatkan beragam teknologi, termasuk pemboman air, es kering, dan modifikasi cuaca.
Menurut laporan yang sama, Arrmanatha menyampaikan bahwa Indonesia telah mengerahkan 71 ribu personel darat dan lebih dari 50 unit armada udara di provinsi-provinsi prioritas. Angka tersebut merupakan keterangan yang disampaikan Arrmanatha dalam pertemuan itu.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas tawaran bantuan dari mitra asing, termasuk Singapura. Menurut Arrmanatha, otoritas terkait di Indonesia akan mempertimbangkan tawaran tersebut sesuai kebutuhan di lapangan.
Data pemutakhiran BNPB per Minggu (25/10/2026) mencatat lahan yang masih dalam penanganan seluas 3.392 hektare di Kalimantan dan sekitar 990 hektare di Sumatra. Angka itu merujuk pada luas lahan dalam penanganan, bukan total luas lahan yang terbakar.
Berdasarkan data pemutakhiran per 26 Oktober 2026, pemerintah menyiagakan 57.050 personel satuan tugas penyiraman darat di enam provinsi. Pemerintah juga mengerahkan 61 armada udara, terdiri atas 24 pesawat patroli, CASA, dan OMC serta 37 helikopter pemboman air.