
Vance Sebut Trump Tak Akan Biarkan Perang Iran Berlarut
15 menit yang lalu
Pelatihan di Lampung mendorong anak muda membuat konten yang mendukung toleransi dan mencegah ekstremisme digital.
Terbit · 1 min read

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono mengajak generasi muda membuat konten damai untuk mencegah ekstremisme digital. Menurut laporan ANTARA, ajakan itu disampaikan dalam kegiatan Digital Peace Creator di Bandarlampung, Lampung.
Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu (28/10/2026) dan diikuti 250 peserta. Acara diselenggarakan BNPT bersama Pemerintah Provinsi Lampung dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme Provinsi Lampung.
Eddy mengatakan ruang digital perlu diperkuat dengan konten yang mendidik, menumbuhkan toleransi, dan menjaga persatuan. Ia menyebut generasi muda perlu mampu memilah informasi sekaligus ikut menciptakan ruang digital yang sehat.
“Karena itu, BNPT mendorong generasi muda mengambil peran aktif sebagai kreator pesan damai untuk mencegah penyebaran paham ekstremisme kekerasan di ruang digital,” ujar Eddy, seperti dikutip ANTARA. Ia juga mengatakan, “Beda itu biasa, menghormati luar biasa.”
Menurut laporan yang sama, Eddy menyebut antisipasi penyebaran ekstremisme merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto. Ia mengatakan persatuan perlu dijaga agar perbedaan dapat menjadi kekuatan.
Eddy turut menyoroti perlindungan anak di platform digital, termasuk gim daring. Ia mengatakan BNPT bersama kementerian terkait telah mengundang pemilik gim daring dan menyebut mereka telah berkomitmen, tanpa merinci bentuk komitmen tersebut.
Eddy mengatakan Kementerian Komunikasi dan Digital telah menerbitkan Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas). Menurutnya, aturan itu merupakan amanat Undang-Undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik yang menegaskan kewajiban penyedia jasa telekomunikasi melindungi anak.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mendorong anak muda memanfaatkan teknologi untuk mendukung kemajuan daerah dan persatuan. Peserta kegiatan Malika Danesh mengatakan acara itu memberinya wawasan tentang pencegahan radikalisme serta pembuatan konten yang bertanggung jawab. Pelatihan, praktik, dan kompetisi dalam kegiatan tersebut diarahkan untuk membekali peserta membuat konten tentang toleransi, persatuan, literasi digital, dan pencegahan ekstremisme kekerasan.