
IMOS 2026 Digelar di ICE BSD
10 menit yang lalu
Pemerintah mendorong keterlibatan anak muda melalui dukungan usaha, pendidikan vokasi, dan pelatihan teknologi pertanian.
Terbit · 1 min read

Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong generasi muda menekuni sektor pertanian melalui dukungan sarana produksi, pembiayaan, pendidikan vokasi, dan pelatihan. Menurut laporan CNNIndonesia.com, upaya tersebut ditujukan untuk menyiapkan penerus petani sekaligus mendukung produksi pangan nasional.
Salah satu pelatihan digelar Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Sulawesi Selatan di Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan, pada 26 Agustus 2026. Kegiatan itu diikuti 100 peserta, terdiri atas petani milenial, kelompok Brigade Pangan, dan penyuluh pertanian.
Laporan yang sama menyebut regenerasi petani menjadi tantangan di tengah dominasi tenaga kerja berusia senior di sektor pertanian. Kementan mendorong anak muda memandang pertanian bukan hanya sebagai kegiatan budidaya, tetapi juga sebagai usaha yang dapat dikelola secara profesional.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengajak anak muda memanfaatkan dukungan pemerintah, termasuk bantuan sarana produksi dan pembiayaan. Ia menyebut bibit dan pupuk disediakan gratis serta mengajak anak muda menanam komoditas seperti kakao, kelapa, kopi, lada, dan pala.
Di bidang pendidikan, Kementan melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian menyosialisasikan penerimaan mahasiswa baru Politeknik Pembangunan Pertanian dan Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia untuk tahun akademik 2026/2027. Kebijakan penerimaan memberi prioritas hingga 70 persen bagi anak petani.
Kepala badan tersebut, Idha Widi Arsanti, mengatakan pendidikan vokasi pertanian dirancang agar lulusannya siap terjun ke sektor pertanian. Ia menyebut lulusan diharapkan menjadi pelaku usaha pertanian dan membawa inovasi serta teknologi ke lapangan.
Dalam pelatihan di Sidrap, peserta mendapat materi manajemen agribisnis, transparansi dan akuntabilitas usaha tani, serta teknologi budidaya padi dengan metode PM-AAS. Mereka juga diperkenalkan pada penggunaan drone untuk pemetaan lahan, pemupukan presisi, dan efisiensi operasional.
Laporan yang sama menyebut pengembangan petani muda juga memerlukan pendampingan, permodalan, dan sarana pendukung. Kementan turut mendorong pemanfaatan mekanisasi, irigasi hemat air, dan pemasaran digital untuk mendukung usaha tani.