
MK Tolak Uji Materi UU Penanggulangan Bencana
34 menit yang lalu
Program ini menargetkan koperasi hortikultura mandiri dan penguatan akses produk ke pasar.
Terbit · 1 min read

Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Hortikultura memperkuat kelembagaan ekonomi petani hortikultura di 13 kabupaten dengan total lahan kering lebih dari 10 ribu hektare. Menurut laporan ANTARA, program tersebut ditujukan untuk mendorong kemandirian dan daya saing agribisnis dari hulu hingga hilir.
Direktur Hilirisasi Hasil Hortikultura Ditjen Hortikultura Kementerian Pertanian Freddy Lumban Gaol menyampaikan hal itu di sela-sela pertemuan teknis nasional HDDAP 2026 di Yogyakarta, Kamis (29/10/2026) malam.
Freddy mengatakan program pengembangan hortikultura di lahan kering itu dirancang untuk membangun fondasi ekosistem usaha, bukan hanya memberikan bantuan proyek. Menurut laporan yang sama, program juga diarahkan agar petani tidak sepenuhnya bergantung pada APBN dan dapat mengelola usaha secara mandiri.
Kelembagaan yang disiapkan adalah koperasi hortikultura yang menyatukan petani dalam satu wadah ekonomi. Freddy menyebut koperasi diharapkan tetap mandiri ketika dukungan anggaran tersedia kembali.
Dengan pendekatan klaster berdasarkan wilayah dan komoditas, program itu menargetkan pembentukan sekitar 350 koperasi hortikultura berbadan hukum pada 2029. Setiap koperasi ditargetkan mengelola omzet Rp5 miliar hingga Rp10 miliar.
Freddy juga menyampaikan harapan agar terbentuk bank hortikultura yang dapat membantu pembiayaan petani. Laporan ANTARA menyebut Kementerian Pertanian mendorong pengolahan dan diversifikasi produk agar hasil pertanian memiliki nilai tambah serta daya saing di pasar domestik dan internasional.
Penguatan sektor hilir, menurut Freddy, mencakup pengembangan kemasan dan merek produk. Langkah yang disebut dalam laporan itu antara lain peluncuran Koperasi Ekonomi Petani dan fasilitasi kemitraan ekspor produk unggulan daerah, serta upaya memperluas akses petani dari pengepul menuju ritel modern dan pasar ekspor.