
Raven Kecerdasan Buatan Bisa Melacak Alamat dari Foto Rumah
13 menit yang lalu
Rupiah menguat saat dibuka, sementara kisaran pergerakan diperkirakan Rp18.100–Rp18.225 per dolar AS.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan ANTARA, Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede mengatakan keputusan The Fed mempertahankan suku bunga memengaruhi pergerakan rupiah terhadap dolar AS.
Pada Kamis (29/10/2026), rupiah dibuka menguat 43 poin atau 0,24 persen menjadi Rp18.141 per dolar AS. Pada penutupan sebelumnya, rupiah berada di level Rp18.184 per dolar AS.
Josua menyampaikan kepada ANTARA di Jakarta bahwa dalam FOMC Oktober 2026, The Fed mempertahankan suku bunga kebijakan di kisaran 3,75–4,00 persen. Keputusan itu sesuai dengan ekspektasi konsensus.
The Fed kembali menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas harga. Dua anggota FOMC, Gubernur Lisa Cook dan Presiden Cleveland Fed Beth Hammack, berbeda pendapat dan memilih kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin.
Menurut laporan yang sama, bank sentral AS juga mengumumkan pengurangan jumlah pertemuan kebijakan pada tahun depan yang menjadi forum bagi anggota untuk memberikan suara mengenai suku bunga kebijakan.
Josua mengatakan The Fed tidak memberi indikasi jelas tentang kemungkinan kenaikan kembali suku bunga pada Desember 2026. Keputusan kebijakan selanjutnya, menurutnya, akan bergantung pada perkembangan data dan diarahkan untuk mengembalikan inflasi ke target 2 persen.
Berdasarkan faktor tersebut, rupiah diperkirakan bergerak dalam kisaran Rp18.100–Rp18.225 per dolar AS.