
Prasetyo Tunggu Hasil Penyidikan Penyadapan Presiden
10 menit yang lalu
Acara di Qingyang menampilkan pameran, penjodohan bisnis, kunjungan kebun cerdas, dan karnaval budaya.
Terbit · 1 min read

Konferensi Tahunan Apel China 2026 dan Pameran Apel Qingyang resmi dibuka di Taman Budaya Rakyat Qingyang pada 18 Oktober 2026. Menurut laporan ANTARA yang mengutip Xinhua-AsiaNet, acara tersebut mengusung tema pemberdayaan digital dan komputasi cerdas untuk mendorong pengembangan industri apel.
Qingyang berada di wilayah yang disebut sebagai sabuk penanaman apel pada garis lintang utara 35 hingga 37 derajat. Laporan itu menyebut kota tersebut dikenal sebagai salah satu kawasan di China untuk budidaya apel berkualitas tinggi.
Menurut laporan yang sama, apel Qingyang telah mendapat gelar “Buah Terkenal China” dan memiliki nilai merek 8,056 miliar yuan. Luas penanaman apel di kota itu mencapai 1,33 juta mu, sedangkan nilai produksi seluruh rantai industrinya disebut melampaui 12,5 miliar yuan.
Apel dari Qingyang dipasarkan di dalam negeri dan diekspor ke 13 negara. Laporan itu menyebut kegiatan industri apel mendukung lapangan kerja dan pendapatan lebih dari 300.000 orang.
Konferensi tersebut diikuti pejabat pemerintah pusat dan daerah, pakar industri, serta lebih dari 280 perusahaan buah dan pedagang dari 26 provinsi, daerah otonom, dan kota setingkat provinsi. Perwakilan mahasiswa internasional, media, dan pembuat konten media sosial juga hadir.
Rangkaian kegiatan mencakup pameran dan pasar penjualan apel, sesi penjodohan bisnis, kunjungan ke kebun buah cerdas, siaran langsung untuk mendukung pertanian, serta karnaval budaya.
Para pakar dalam konferensi merekomendasikan pengembangan industri buah melalui varietas berkualitas, teknologi, pencitraan merek, serta solusi digital dan cerdas. Pejabat setempat menyatakan akan memperkuat merek regional dan efisiensi industri, serta memperluas pemasaran apel Qingyang di pasar domestik dan internasional.