
Arrmanatha Dorong Transformasi PBB
19 menit yang lalu
Konser Ye disebut menghasilkan dampak ekonomi sekitar Rp450 miliar, tetapi manfaat jangka panjang bagi Jakarta masih menjadi tantangan.
Terbit · 2 min read

Menurut artikel opini CNBC Indonesia, konser Ye Live in Jakarta di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Sabtu (24/10/2026) disebut menghasilkan dampak ekonomi sekitar Rp450 miliar. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan angka tersebut dua hari setelah konser, dengan Rp328 miliar berasal dari penjualan tiket.
Artikel itu menyebut sekitar 60 ribu penonton hadir, termasuk sekitar 30 ribu wisatawan asing. Bersama Jakarta Running Festival, yang menurut tulisan tersebut menyumbang Rp175 miliar, perputaran ekonomi akhir pekan itu diperkirakan mencapai sekitar Rp625 miliar.
Tulisan tersebut menyebut Pramono membandingkan dampak konser Ye dengan konser The Weeknd dan Pestapora 2026, yang selama dua hari menghasilkan hampir Rp250 miliar. Menurut laporan Fortune Indonesia yang dikutip artikel, pengunjung mancanegara yang beraktivitas sebelum dan sesudah konser turut mendorong perputaran ekonomi.
Penulis mengingatkan bahwa angka tiket merupakan bagian dari dampak ekonomi, meski sebagian pendapatannya mengalir kepada artis dan rantai produksi global. Artikel itu memperkirakan sekitar Rp122 miliar berasal dari hotel, pusat belanja, transportasi, dan pelaku usaha kecil.
Sebagai konteks, artikel tersebut merujuk penelitian Chang dan Chen yang terbit pada 2026 di jurnal Current Issues in Tourism. Penelitian dengan data hotel internasional Taiwan periode 2020–2023 itu menemukan konser musik berpengaruh positif terhadap pendapatan hotel dan permintaan penginapan, sementara kegiatan film dan televisi nyaris tidak berdampak.
Penelitian itu juga menyatakan efek jangka panjang acara budaya masih perlu diteliti. Tulisan tersebut menilai dampak ekonomi konser belum cukup untuk memastikan bahwa acara semacam itu meningkatkan daya saing kota dalam jangka panjang.
Artikel itu menempatkan Jakarta dalam persaingan kawasan untuk menarik acara dan investasi. Menurut data Dentsu yang dilansir LBB, Malaysia mencatat 450 konser pada 2025. Asia News Network melaporkan Rain Rave Water Music Festival diperkirakan menarik sekitar 415 ribu pengunjung dan menghasilkan RM392,33 juta.
Penulis berpendapat manfaat yang lebih berkelanjutan bergantung pada keterlibatan musisi, kru produksi, perancang panggung, dan merek lokal di pasar internasional. Artikel itu juga mendorong koordinasi imigrasi, hotel, dan transportasi, serta penggabungan acara dengan penampil lokal, kuliner, usaha kecil, dan wisata setelah konser.