
Jateng Catat 200.815 UMKM Bersertifikat Halal
18 menit yang lalu
Laba bersih secara individual mencapai Rp46,5 triliun, ditopang pertumbuhan kredit dan transaksi digital.
Terbit · 1 min read

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatat laba bersih secara individual Rp46,5 triliun hingga Oktober 2026, tumbuh 19,6 persen secara tahunan. Menurut laporan CNN Indonesia, pertumbuhan itu didukung ekspansi kredit berkualitas dan kenaikan pendapatan layanan transaksi.
Dalam laporan tersebut, Bank Mandiri menyebut penyaluran kredit naik 16,5 persen secara tahunan menjadi Rp1.635 triliun. Pembiayaan diarahkan antara lain ke sektor pemerintahan, energi dan air, logistik, pengolahan logam, serta makanan dan minuman.
Kualitas aset membaik dengan rasio kredit bermasalah bruto bank-only turun menjadi 0,97 persen dari 1,02 persen pada periode sebelumnya. Rasio pencadangan kredit bermasalah tercatat 244,5 persen, sedangkan biaya risiko kredit berada di 0,55 persen.
Direktur Keuangan dan Strategi Bank Mandiri Novita Widya Anggraini menyatakan pertumbuhan kredit dijalankan dengan seleksi sektor dan penjagaan kualitas pembiayaan. Dalam keterangan resmi pada Jumat (6/11/2026), ia juga menyebut pendanaan yang kuat dan peningkatan transaksi nasabah mendukung kinerja serta kegiatan ekonomi.
Bank Mandiri menerapkan pembiayaan berbasis ekosistem di sepanjang rantai pasok, dari perusahaan besar hingga pemasok, distributor, dan usaha mikro, kecil, dan menengah. Menurut laporan yang sama, pendekatan itu ditujukan untuk memperluas jangkauan pembiayaan korporasi dan akses finansial bagi UMKM.
Layanan digital Kopra by Mandiri dan Livin' by Mandiri turut mendorong aktivitas transaksi. Pengguna Kopra mencapai 455 ribu, naik 48,6 persen secara tahunan, dengan frekuensi transaksi 1,32 miliar; pengguna terdaftar Livin' mencapai 43 juta, naik 20,4 persen, dengan 4,22 miliar transaksi.
Dana pihak ketiga tumbuh 15,1 persen secara tahunan menjadi Rp1.762 triliun. Dana giro dan tabungan naik 15,5 persen menjadi Rp1.265 triliun, dengan rasio 71,8 persen; pendapatan berbasis komisi berulang meningkat 19,8 persen menjadi Rp17,2 triliun.
Bank Mandiri juga menyebut pengembangan layanan emas digital, fitur Livin' Food, dan Livin' Call sebagai bagian dari perluasan layanan. Pada tahap awal, Livin' Food bekerja sama dengan lebih dari 2.300 pedagang, yang mayoritas merupakan UMKM.