
Kekayaan 10 Miliarder Dunia Turun pada Oktober
21 menit yang lalu
Usulan pembukaan program studi didasari sejarah, tradisi keilmuan, dan perkembangan pesantren.
Terbit · 1 min read

Direktorat Jenderal Pesantren Kementerian Agama mengusulkan Universitas Islam Negeri (UIN) dan perguruan tinggi keagamaan Islam (PTKI) lainnya membuka program studi pesantren atau kepesantrenan. Menurut laporan ANTARA, Direktur Bina Pendidikan Muadalah dan Pendidikan Diniyah Formal Ditjen Pesantren, Mastuki, menyampaikan usulan itu dalam keterangan di Jakarta.
Keterangan tersebut disampaikan pada Sabtu (7/11/2026).
Mastuki mengatakan kajian pesantren dari sisi pendidikan memiliki ruang untuk dikembangkan. Menurut dia, sejarah dan tradisi keilmuan pesantren layak menjadi wacana akademik di perguruan tinggi Islam.
Pembukaan program studi dapat diusulkan oleh UIN melalui pengajuan naskah akademik dan penilaian pakar kepada Kementerian Agama. Mastuki menyebut pesantren memiliki sumber daya, referensi, dan rujukan ilmiah, serta sejarah panjang dalam pendidikan dan perjalanan bangsa Indonesia.
Ia menilai kajian kepesantrenan di UIN, IAIN, dan STAIN masih terbatas. Sejumlah UIN telah memiliki pusat studi kepesantrenan, tetapi menurut Mastuki, aktivitasnya belum mengungkap kekayaan pesantren secara luas.
Mastuki juga menyoroti beragam kegiatan pesantren, termasuk penyelenggaraan pendidikan formal seperti madrasah, sekolah, pendidikan diniyah, muadalah, ma'had aly, dan universitas umum. Ia menyebut banyak pesantren memiliki unit usaha dan mandiri secara finansial.
Menurut Mastuki, pesantren juga berpotensi menjadi pusat kemandirian ekonomi umat atau ekonomi kerakyatan. Ia berharap UIN dan PTKI lainnya lebih aktif membuka program studi kepesantrenan.