
Hakim Tolak Saksi Tambahan dalam Sidang Richard Lee
15 menit yang lalu
EHEF 2026 mempertemukan 92 institusi dari 14 negara Uni Eropa dengan calon mahasiswa di Jakarta.
Terbit · 1 min read

Uni Eropa dan Indonesia memperkuat kolaborasi pendidikan tinggi melalui Pameran Pendidikan Tinggi Eropa (EHEF) 2026 edisi ke-18. Menurut laporan ANTARA, kegiatan ini menghadirkan perguruan tinggi dan program beasiswa bagi calon mahasiswa.
EHEF digelar di Jakarta pada 7-8 November 2026. Acara pembukaannya berlangsung pada Sabtu (7/11/2026), menurut laporan tersebut.
Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Beny Bandanadjaja, menyatakan kerja sama akademik dapat membuka akses informasi dan jaringan global bagi generasi muda. Ia mengatakan kolaborasi Indonesia dan Eropa memberi mahasiswa kesempatan mendapat pengalaman akademik internasional dan memperluas wawasan.
Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Hervé Delphin, menyampaikan perhatian Uni Eropa terhadap kemitraan pendidikan tinggi dengan Indonesia. Sejalan dengan strategi Global Gateway, Uni Eropa berkomitmen mendukung pengembangan sumber daya manusia, keterampilan, penelitian, dan inovasi.
Uni Eropa dan negara-negara anggotanya menyediakan lebih dari 1.000 beasiswa bagi mahasiswa Indonesia setiap tahun. Pada 2025, lebih dari 10.000 pelajar Indonesia menempuh studi dan melakukan penelitian di negara-negara Uni Eropa.
Delphin menyebut EHEF sebagai wadah bagi calon mahasiswa untuk bertemu langsung dengan perguruan tinggi Eropa serta menjajaki peluang akademik dan beasiswa. Ia juga menilai pendidikan dapat memperluas akses pada keterampilan dan pengetahuan yang mendukung pekerjaan, inovasi, kewirausahaan, dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
EHEF 2026 sebelumnya digelar di Yogyakarta pada 4 November 2026 dan menarik lebih dari 5.000 pengunjung. Di Jakarta, pameran ini menghadirkan 92 institusi pendidikan tinggi dari 14 negara anggota Uni Eropa, serta LPDP dan Beasiswa Garuda yang didanai pemerintah Indonesia.
Sejak 2021, Erasmus+ yang didanai Uni Eropa memfasilitasi pertukaran akademik dan kerja sama antarlembaga. Program tersebut telah memfasilitasi 1.089 mahasiswa dan staf universitas Indonesia ke Eropa serta memfasilitasi 1.182 akademisi Uni Eropa ke Indonesia; hingga 2030, Erasmus+ menargetkan sedikitnya 350.000 mahasiswa dari luar Uni Eropa.