
Kemenbud Dorong AMI Awards Jadi Tolok Ukur Musik
14 menit yang lalu
BCA membukukan laba Rp45,2 triliun dan menyalurkan kredit Rp1.063 triliun hingga September 2026.
Terbit · 2 min read

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dan entitas anak membukukan laba bersih Rp45,2 triliun selama sembilan bulan pertama 2026, tumbuh 4,2 persen secara tahunan. Menurut laporan ANTARA, Presiden Direktur BCA Hendra Lembong menyampaikan di Jakarta bahwa perseroan berkomitmen menyalurkan kredit ke berbagai sektor dengan mempertimbangkan prinsip kehati-hatian dan kondisi likuiditas.
Hingga September 2026, kredit BCA tumbuh 12,6 persen secara tahunan menjadi Rp1.063 triliun. Kredit produktif mencapai Rp831 triliun, naik 17,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kredit produktif itu mencakup pembiayaan korporasi Rp528,1 triliun, tumbuh 20,9 persen; kredit komersial Rp154,1 triliun, naik 7,8 persen; serta kredit usaha kecil dan menengah (UKM) Rp149,2 triliun, meningkat 15,4 persen.
BCA mencatat pertumbuhan kredit UKM konsisten berada di atas rata-rata industri perbankan nasional hingga triwulan ketiga 2026. Kredit berkelanjutan juga naik 16,3 persen menjadi Rp280,3 triliun, atau 26,4 persen dari total portofolio pembiayaan.
Pada periode yang sama, rasio pinjaman berisiko (LAR) tercatat 4,6 persen dan rasio kredit bermasalah (NPL) sebesar 1,8 persen. Giro dan tabungan (CASA) meningkat 10,4 persen menjadi Rp1.103 triliun, sedangkan dana pihak ketiga tumbuh 8 persen menjadi Rp1.301 triliun.
Hendra menyebut penyaluran pembiayaan turut ditopang BCA Expo 2026 dan BCA UMKM Fest 2026, yang melibatkan lebih dari 1.600 pelaku usaha. Ia mengatakan BCA juga menggelar BCA Wealth Summit 2026 sebagai forum edukasi keuangan bagi nasabah dan masyarakat.
“Kami juga telah menggelar BCA Wealth Summit 2026 sebagai forum edukasi finansial bagi nasabah dan masyarakat agar semakin cermat mengelola keuangan,” kata Hendra, menurut laporan tersebut. Ia juga menyampaikan BCA meluncurkan program KPR Fixed Terencana untuk membantu nasabah merencanakan kredit hunian di tengah perubahan suku bunga.
Di sisi layanan digital, BCA mengembangkan aplikasi myBCA dan menghadirkan BCA Kartu Kredit Indonesia yang memungkinkan nasabah bertransaksi menggunakan QRIS dengan sumber dana dari kartu tersebut di myBCA. Hendra menyatakan perseroan terus mengembangkan produk dan layanan untuk memenuhi kebutuhan nasabah.