
DKI Siapkan Rp362 Miliar untuk Bantargebang
11 menit yang lalu
Menkeu menyatakan penerbitan SBN sesuai target defisit 2,85 persen dari PDB; realisasi neto capai Rp497,5 triliun.
Terbit · 1 min read

Menteri Keuangan Suahasil Nazara memastikan penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) masih sesuai target yang ditetapkan untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026. Menurut laporan ANTARA, pernyataan itu disampaikan pada Senin (26/10/2026).
Suahasil menyampaikannya saat ditemui di Jakarta usai menghadiri Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026.
“(Penerbitan SBN) sesuai target. Kan ini udah kita umumkan target defisit kita di 2,85 persen dari PDB. Itu udah ada angka penerbitannya kan. Ya udah kita bekerja dengan itu, dengan target segitu,” kata Suahasil.
Dalam pernyataannya, ia merujuk pada target defisit 2,85 persen dari produk domestik bruto (PDB) yang sudah diumumkan pemerintah. Menurut dia, target itu sudah memuat angka penerbitan SBN.
Menurut laporan yang sama, data APBN KiTa edisi Oktober 2026 mencatat realisasi penerbitan SBN neto hingga 30 September 2026 sebesar Rp497,5 triliun. Angka itu setara 62,2 persen dari target APBN yang sebesar Rp799,5 triliun.
Target pembiayaan utang dalam APBN 2026 ditetapkan sebesar Rp832,2 triliun. Hingga 30 September 2026, realisasinya tercatat Rp494,3 triliun atau 59,4 persen dari target.
Pemerintah juga menetapkan target pendapatan negara dalam APBN 2026 sebesar Rp3.153,6 triliun. Hingga September 2026, realisasi pendapatan negara mencapai Rp2.341,5 triliun atau 74,2 persen dari target.