
Pejabat Turki, Saudi, dan Pakistan Temui Iran
13 menit yang lalu
Bappenas menyebut Manajemen Talenta Nasional 2025-2029 telah memasuki tahap penguatan pelaksanaan yang membutuhkan kolaborasi.
Terbit · 3 min read

Menurut laporan ANTARA, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyatakan bahwa Manajemen Talenta Nasional (MTN) periode 2025-2029 telah memasuki tahap penguatan pelaksanaan. Tahap ini membutuhkan komitmen dan kolaborasi seluruh pihak untuk mendorong prestasi talenta di tingkat dunia.
Pernyataan itu disampaikan Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas Pungkas Bahjuri Ali dalam keterangan resmi pada agenda Talent Fest 2026 MTN Goes to Campus. Acara berlangsung di Gedung Kesenian Sunan Ambu, Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (26/10/2026). Menurut Pungkas, fokus pihaknya saat ini adalah memperkuat kelembagaan, menyempurnakan mekanisme implementasi, dan memperluas kolaborasi lintas pemangku kepentingan.
Pungkas menyebut prestasi talenta Indonesia di tingkat global tidak dapat dibangun secara instan. Menurut dia, prestasi merupakan hasil proses panjang yang membutuhkan konsistensi kebijakan, kelembagaan yang kuat, data yang baik, pembinaan berkesinambungan, serta kolaborasi berbagai pihak.
Menurut laporan yang sama, penyelenggaraan MTN disebut menjadi upaya strategis pemerintah untuk membangun sumber daya manusia yang unggul dan kompetitif. Upaya itu dilakukan melalui penataan ekosistem pendukung ketalentaan di tingkat nasional, dengan mengorkestrasi intervensi pembibitan, pengembangan, dan penguatan talenta lintas kementerian/lembaga, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lainnya.
Kegiatan MTN 2026 bertema “Menguatkan Ekosistem Talenta, Menuju Indonesia Emas 2045” ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem MTN, khususnya melalui perguruan tinggi. Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ISBI Bandung Indra Ridwan menegaskan pentingnya orkestrasi kebijakan yang kuat dan terintegrasi serta kolaborasi berbagai pihak, terutama perguruan tinggi.
“Peran pendidikan tinggi sangat menentukan dalam membangun ekosistem talenta nasional yang unggul, inklusif, dan berkelanjutan,” ujar Indra.
Talent Fest 2026 MTN Goes to Campus di Bandung dimeriahkan pertunjukan seni mahasiswa ISBI Bandung, yakni paduan suara Gita Suara Choir, pencak silat, dan Rampak Kendang. Sesi Talenta Bicara menghadirkan Mariam Sofrina sebagai perupa di Venice Biennale 2026, Rino Rakhmata Mukti sebagai penerima Habibie Prize 2025 kategori Ilmu Pengetahuan Dasar, dan Herlin Aprilin Lali sebagai peraih medali perunggu kano sprint putri 200 meter pada Asian Games Aichi-Nagoya, Jepang, 2026. Ketiganya membagikan pengalaman perjalanan karier hingga mencapai prestasi di tingkat global.
Pada sesi bincang bertema “Merajut Kolaborasi, Mengembangkan Talenta Unggul Menuju Indonesia Emas 2045”, para pemangku kepentingan dipertemukan untuk mendukung pengembangan talenta unggul. Diskusi dihadiri Deputi Bidang Sumber Daya Manusia, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi Badan Riset dan Inovasi Nasional Edy Giri Rachman Putra, serta Direktur Bina Sumber Daya Manusia, Lembaga, dan Pranata Kebudayaan Kementerian Kebudayaan Syukur Asih Suprapjo. Hadir pula Plt Sekretaris Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga Setiyana Djafar, pelatih tim nasional dayung Indonesia untuk Asian Games Aichi-Nagoya 2026 Dian Kurniawan, serta pegiat seni, kurator, dan produser Keni K Soeriaatmadja. Para narasumber membahas pentingnya kerja sama pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan seluruh mitra pembangunan untuk meningkatkan daya saing talenta Indonesia di tingkat dunia.
Direktur Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi Kementerian PPN/Bappenas Endang Sulastri mengatakan pihaknya bersama ISBI Bandung ingin menghadirkan contoh nyata bagaimana ekosistem talenta dapat berjalan beriringan dengan perguruan tinggi. Ia berharap kegiatan ini menjadi awal kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya untuk membangun jalur pembinaan talenta yang semakin baik, terukur, serta memberi kejelasan bagi talenta Indonesia.