
Prasetyo Tunggu Hasil Penyidikan Penyadapan Presiden
11 menit yang lalu
Muhaimin mendorong pesantren membina santri dan memperluas dukungan usaha agar lulusan mampu menjadi pelaku ekonomi.
Terbit · 1 min read

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar mengajak pesantren berperan dalam mencetak wirausaha tangguh dan mandiri. Menurut laporan ANTARA, ia menyampaikan hal itu saat berkunjung ke Pondok Pesantren Al Hikmah 2 di Benda, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.
Dalam keterangan di Jakarta, Rabu (4/11/2026), Muhaimin mengatakan santri perlu dibina secara berkelanjutan agar dapat menjadi pelaku ekonomi setelah lulus. Laporan ANTARA menyebut kunjungan tersebut berlangsung di Pondok Pesantren Al Hikmah 2.
"Saya akan terus dorong dari Pondok Pesantren Al Hikmah 2 ini lahir pengusaha-pengusaha tangguh yang kaya raya. Saya juga meminta para santri agar dididik tidak hanya dalam satu kali acara saja, tetapi terus dibina dan dibimbing agar lahir pengusaha dari pesantren ini sebanyak-banyaknya," kata Muhaimin.
Ia menilai pendidikan pesantren perlu diperkuat agar menghasilkan generasi yang unggul, kompeten, dan memiliki keterampilan memadai. Dengan bekal tersebut, santri diharapkan tidak hanya memiliki fondasi agama, tetapi juga siap menjadi pemimpin, tokoh masyarakat, dan pengusaha.
Muhaimin berharap lulusan pesantren mendapat akses dan jejaring untuk mengembangkan usaha. Dukungan yang diperlukan, menurut laporan yang sama, meliputi pengembangan kurikulum, infrastruktur, pembinaan usaha, dan perluasan akses pasar.
Ia menyebut potensi ekonomi di sekitar pesantren, termasuk pertanian dan perkebunan kopi, dapat menjadi titik awal kewirausahaan. Potensi lokal itu diharapkan membantu santri menciptakan usaha dan menggerakkan ekonomi masyarakat, bukan hanya mencari pekerjaan.
"Indonesia membutuhkan pengusaha-pengusaha yang tumbuh, pengusaha-pengusaha baru yang akan menjadi penopang ekonomi nasional," kata Muhaimin. Ia juga meminta BUMN ikut meningkatkan kualitas dan kemandirian pesantren melalui kolaborasi, jejaring, serta dukungan bagi usaha yang dirintis santri.