
Kemnaker Koordinasikan Anggaran BSU 2026
13 menit yang lalu
Muhaimin mendorong platform digital memberi ruang pemasaran bagi produk UMKM binaan pemerintah dalam Harbolnas 2026.
Terbit · 1 min read

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar meminta platform perdagangan elektronik menyediakan etalase bagi produk UMKM binaan pemerintah pada Harbolnas 2026. Menurut laporan ANTARA, ia menyampaikan permintaan itu saat menerima Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) dan sejumlah pelaku platform digital di Kantor Kemenko PM, Jakarta.
Pertemuan itu berlangsung pada Kamis (5/11/2026). Muhaimin mengatakan Harbolnas dapat dimanfaatkan untuk memperluas pasar produk UMKM dan mengingatkan agar produk yang telah dibina pemerintah mendapat ruang untuk tampil di platform digital.
Muhaimin mendorong sinergi pemerintah, asosiasi, dan platform digital agar UMKM mendapat akses pasar sekaligus pendampingan untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing usaha. Harbolnas 2026 menargetkan transaksi sebesar Rp40 triliun.
Ia juga mendorong tindak lanjut peluang kerja sama antara Kemenko PM, idEA, dan pelaku platform digital. Salah satu bentuk yang diusulkan adalah memperluas pemasaran produk UMKM binaan kementerian yang berada di bawah koordinasi Kemenko PM.
Produk yang dimaksud antara lain berasal dari UMKM binaan Kementerian UMKM, Kementerian Koperasi, Kementerian Desa, serta Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia. Pemasaran produk tersebut diusulkan dilakukan melalui Harbolnas 2026.
Wakil Ketua Umum idEA Syarif Hidayatullah menyampaikan bahwa Harbolnas 2025 mencatat transaksi Rp36,4 triliun, melampaui target Rp33 triliun hingga Rp34 triliun. Menurut laporan yang sama, total transaksi tumbuh 17 persen dan transaksi produk lokal mencapai Rp16,6 triliun atau sekitar 45,6 persen dari keseluruhan transaksi.
Syarif mengatakan ekosistem digital perlu membuka peluang ekonomi lebih luas, tidak hanya mengejar besarnya angka transaksi. idEA mendorong peningkatan kapasitas UMKM melalui edukasi dan pendampingan, pengembangan wirausaha muda melalui program Goes to Campus, serta perluasan akses pasar produk lokal melalui promosi dan bazar.
Harbolnas 2026 dijadwalkan berlangsung pada 10–16 Desember 2026 dengan target transaksi Rp40 triliun.