
Festival Musik Tradisi Digelar di Maumere
15 menit yang lalu
Program PINTAR menawarkan reksa dana untuk memperluas akses investasi dan mendorong pemahaman risiko.
Terbit · 1 min read

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggencarkan Program Investasi Terencana dan Berkala (PINTAR) untuk memperluas akses masyarakat terhadap produk pasar modal dan menambah jumlah investor. Menurut laporan ANTARA, program itu juga menyasar masyarakat di Cirebon, Jawa Barat.
Kepala Direktorat Pengawasan Pengelolaan Investasi, Departemen Pengawasan Pengelolaan Investasi 1 dan Pasar Modal Regional OJK, Sujanto, menjelaskan program tersebut dalam wawancara di Kantor OJK Cirebon pada Senin (26/10/2026).
Sujanto mengatakan PINTAR menyasar berbagai kelompok, termasuk pelajar, mahasiswa, dan pekerja. Ia berharap program itu dapat menjangkau lebih banyak penduduk Indonesia.
Program tersebut membantu masyarakat memulai investasi secara terencana dan berkala melalui reksa dana yang dapat dipilih sesuai kebutuhan. Menurut Sujanto, reksa dana dapat menjadi langkah awal sebelum calon investor mempelajari instrumen lain yang lebih kompleks, seperti saham.
PINTAR mencakup layanan reksa dana umum yang terbuka bagi calon investor tanpa batasan usia, serta SiMuda Investasiku untuk masyarakat berusia 18 hingga 30 tahun. Sujanto menekankan pentingnya memahami karakteristik produk dan risiko sebelum berinvestasi.
Ia menyebut reksa dana terdiri atas kategori pasar uang, pendapatan tetap, campuran, dan saham, dengan tingkat risiko yang berbeda. Sujanto menyampaikan indeks literasi pasar modal Indonesia sebesar 11,78 persen dan indeks inklusi sebesar 3,34 persen.
Menurut data yang disampaikan Sujanto, jumlah investor pasar modal Indonesia sekitar 30,87 juta orang, naik 60 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Ia juga meminta media menyampaikan informasi secara akurat dan berimbang agar masyarakat memahami peluang dan risiko investasi. Sujanto mengatakan, “Kami berharap rekan-rekan wartawan bukan hanya sekadar sebagai peliput berita, melainkan juga menjadi mitra strategis dalam menyampaikan informasi yang akurat dan berimbang.”