
Sekolah Rakyat di Sulsel Diklaim Bantu Tekan Kemiskinan
11 menit yang lalu
Pabrik baterai sodium-ion tahap pertama dibangun di Batam dengan investasi 500 juta dolar AS.
Terbit · 1 min read

Pembangunan pabrik baterai sodium-ion tahap pertama di Kawasan Industri Wiraraja I, Kabil, Batam, diperkirakan menyerap sekitar 1.000 tenaga kerja. Menurut laporan ANTARA, pembangunan dimulai dengan peletakan batu pertama pada Rabu (28/10/2026).
Fasilitas itu dibangun di atas lahan seluas tiga hektare, tepatnya di area C12. Investasi tahap pertama bernilai 500 juta dolar AS dan melibatkan Wiraraja Indonesia serta Tynergy Technology Group.
Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri sekaligus Presiden Direktur Wiraraja Indonesia Akhmad Ma’ruf Maulana mengatakan realisasi investasi ditargetkan mulai berjalan pada awal 2027. Ia menyebut perusahaan telah menarik sekitar seribuan orang pada tahun ini.
“Pabrik tahap pertama dibangun di atas lahan seluas tiga hektare di kawasan industri Wiraraja I. Realisasi investasi ditargetkan mulai berjalan pada awal 2027,” kata Akhmad di Batam.
Presiden Direktur Tynergy Technology Group Yan Purba mengatakan peletakan batu pertama dan penandatanganan kerja sama investasi menjadi awal upaya menjadikan Indonesia sebagai pusat produksi, inovasi, dan pengembangan teknologi.
Yan menyatakan perusahaan berkomitmen membangun ekosistem industri yang mencakup energi terbarukan, baterai sodium-ion, semikonduktor, dan teknologi manufaktur. Ia juga menekankan penciptaan lapangan kerja serta transfer teknologi.
Deputi Bidang Investasi Badan Pengusahaan Batam Fary Djemy Francis mengatakan proyek itu merupakan tindak lanjut kerja sama pengusaha Amerika Serikat dan Indonesia. Kerja sama tersebut berkaitan dengan perjanjian usaha patungan Tynergy Technology Group dan Essence Global yang ditandatangani di Washington, D.C., pada 18 Februari 2026, disaksikan Presiden Prabowo Subianto.
Fary menyebut investasi tahap pertama senilai 500 juta dolar AS dapat menjadi pintu masuk untuk mendorong investasi lanjutan. BP Batam berharap kerja sama itu berkelanjutan dan berkontribusi terhadap pertumbuhan industri serta perekonomian Batam.