
Mesin Jet Bekas Dipakai untuk Pasok Listrik Pusat Data
14 menit yang lalu
PalmCo memprioritaskan ekspor langsung, efisiensi biaya, dan produktivitas untuk mengejar target akhir 2026.
Terbit · 1 min read

PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV PalmCo) memperkuat ekspor langsung minyak kelapa sawit mentah (CPO) dan menekan biaya produksi untuk mengejar target kinerja hingga akhir 2026, menurut laporan ANTARA.
Strategi tersebut dibahas dalam Rapat Pimpinan kuartal IV yang melibatkan Dewan Komisaris, Direksi, kepala divisi, dan manajemen regional.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa mengatakan perusahaan mematangkan strategi operasional dan finansial pada kuartal keempat 2026. Menurut laporan ANTARA, keterangannya terkonfirmasi di Jakarta pada Jumat (6/11/2026).
Perusahaan memprioritaskan peningkatan volume ekspor langsung CPO, efisiensi biaya, serta penerapan tata kelola kebun presisi. Pengawalan produksi dari hulu ke hilir difokuskan pada sisa waktu dua bulan terakhir tahun tersebut.
Upaya itu mencakup pengawasan pasokan dan mutu dari proses pabrik hingga pengelolaan logistik. Perusahaan juga menekan biaya tunai melalui inisiatif Go Lean dan Go Secure untuk menjaga margin.
PalmCo turut menargetkan pengelolaan aset yang terukur dan pengembangan usaha hijau. Perusahaan memastikan seluruh asetnya terkuasai secara fisik dan tuntas secara legalitas untuk mengurangi risiko operasional.
Nilai tambah limbah sawit diupayakan melalui pemanfaatan fasilitas penangkapan metana dan penjualan cangkang sawit. Komisaris Utama PTPN IV PalmCo Desrial menyatakan produktivitas per hektare dan ketepatan alokasi biaya semakin penting bagi keunggulan operasional.
Desrial juga mendorong penerapan perkebunan cerdas yang menggabungkan mekanisasi lapangan dan sistem digital perusahaan. Dewan Komisaris menekankan kepatuhan terhadap prosedur operasional dan instruksi kerja serta pengawasan berjenjang untuk mencegah penyimpangan.