
PalmCo Perkuat Ekspor Langsung CPO
11 menit yang lalu
Perusahaan teknologi memakai mesin jet bekas untuk memasok listrik pusat data AI, dengan tantangan efisiensi dan lingkungan.
Terbit · 2 min read

Keterbatasan pasokan listrik mendorong sejumlah perusahaan teknologi menggunakan mesin jet bekas yang dimodifikasi sebagai pembangkit untuk pusat data kecerdasan buatan. Menurut laporan CNBC Indonesia yang mengutip The New York Times, mesin itu diubah agar dapat membakar gas alam dan menghasilkan listrik.
Mesin tersebut berasal dari pesawat yang telah pensiun. Menurut laporan The New York Times yang dikutip CNBC Indonesia, antrean sambungan jaringan listrik dan turbin baru dapat berlangsung hingga bertahun-tahun, sementara unit berbasis mesin jet bisa lebih cepat dioperasikan.
Analis Rystad Energy Audun Martinsen mengatakan kepada The New York Times, dikutip TechCrunch pada Jumat (6/11/2026), “Ini semua tentang mendapatkan listrik secepat mungkin.” Dengan unit pembangkit tersebut, perusahaan dapat mengoperasikan pusat data dalam waktu 24 bulan.
Sebagai perbandingan, Badan Energi Internasional memperkirakan penyambungan kapasitas 100 megawatt ke jaringan di Northern Virginia membutuhkan sekitar tujuh tahun. Seorang eksekutif Mitsubishi Power mengatakan kepada Bloomberg pekan sebelumnya bahwa sebagian besar kapasitas listrik baru diperkirakan tersedia pada 2031.
Lambatnya pasokan listrik juga berdampak pada bisnis operator pusat data. Bulan sebelumnya, Microsoft mundur sebagai pelanggan utama proyek pusat data milik Nscale di Loughton, Inggris, setelah perusahaan utilitas setempat menyatakan belum bisa memasok listrik dalam jumlah cukup hingga awal atau pertengahan 2030-an.
Salah satu pengguna mesin itu adalah xAI milik Elon Musk, yang memasang delapan turbin hasil modifikasi mesin jet di Mississippi untuk membantu memasok listrik bagi pusat data Colossus 2 di Memphis. Menurut laporan The New York Times yang dikutip CNBC Indonesia, informasi tersebut berdasarkan dokumen perizinan negara bagian dan citra satelit; ProEnergy membangun ulang mesin buatan GE yang umum digunakan pada pesawat Boeing.
Pada 2025, OpenAI juga menggunakan turbin gas di lokasi pertama proyek Stargate di Abilene, Texas. Perusahaan rintisan Crusoe, yang mengembangkan pusat data kecerdasan buatan, memesan 13 unit mesin jet modifikasi dari ProEnergy pada April, tetapi pada September membatalkan kesepakatan senilai US$1,25 miliar untuk membeli 29 turbin gas alam dari Boom Supersonic.
Juru bicara Crusoe mengatakan kepada TechCrunch saat itu bahwa perusahaan tetap berencana menggunakan turbin sebagai sumber energi. Sementara itu, pemerintahan Presiden Donald Trump mendorong operator pusat data untuk menghasilkan listrik sendiri guna memenuhi kebutuhan operasional.
Menurut laporan The New York Times yang dikutip CNBC Indonesia, mesin jet bekas lebih boros energi dan menghasilkan polusi lebih besar daripada turbin yang dirancang khusus untuk pembangkit listrik berbahan bakar gas. Perusahaan juga memerlukan lebih banyak mesin untuk menghasilkan kapasitas listrik yang sama, sehingga teknologi tersebut berpotensi menjadi solusi jangka pendek; sejumlah pakar menilai efisiensi dan dampak lingkungan dapat makin menjadi pertimbangan dalam satu hingga dua tahun mendatang.