
Sjafrie Tinjau Kapabilitas Industri Pertahanan PT LEN
19 menit yang lalu
Pemerintah mengaitkan target pertumbuhan dengan produktivitas, lapangan kerja, dan kesejahteraan masyarakat.
Terbit · 1 min read

Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy mengatakan pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia menuju 8 persen pada 2029. Menurut laporan ANTARA, ia menyampaikan target itu dalam Indonesia–Australia High-Level Policy Dialogue (HLPD) 2026 di Jakarta, Rabu (28/10/2026).
Pambudy menyebut target tersebut tercantum dalam RPJMN 2025–2029. Pemerintah, katanya, ingin pertumbuhan ekonomi dirasakan melalui peningkatan kapasitas produksi, penciptaan lapangan kerja yang lebih baik, dan perluasan kesejahteraan masyarakat.
Ia mengatakan transformasi struktural tidak cukup dilakukan dengan memindahkan tenaga kerja antarsektor. Produktivitas sektor yang sudah berjalan juga perlu ditingkatkan melalui pemanfaatan teknologi, penguatan keterampilan, dan peningkatan kemampuan dunia usaha.
Wakil Menteri PPN/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard menyoroti pentingnya transformasi industri agar Indonesia menghasilkan produk bernilai tambah lebih tinggi. Menurutnya, industrialisasi juga dapat membuka peluang inovasi dan pekerjaan yang lebih baik.
“Pertumbuhan tanpa produktivitas tidak dapat dipertahankan. Industrialisasi tanpa lapangan kerja yang lebih baik tidak akan memberikan manfaat secara optimal. Dan kemajuan yang meninggalkan masyarakat bukanlah kemajuan yang kita inginkan,” kata Wakil Menteri PPN/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.
Tantangan tersebut dinilai semakin penting di tengah persaingan ekonomi global. Ke depan, Indonesia perlu memperkuat kemampuan mengolah sumber daya menjadi produk bernilai tambah lebih tinggi serta memperluas jenis industri yang mampu bersaing di pasar global.
Deputi Bidang Perencanaan Makro Pembangunan Kementerian PPN/Bappenas Eka Chandra Buana mengatakan pencapaian target pertumbuhan membutuhkan peningkatan produktivitas dan kolaborasi lintas sektor. “Kita tidak akan mencapai pertumbuhan 8 persen hanya dengan mengandalkan modal. Kita mencapainya dengan meningkatkan produktivitas melalui kolaborasi,” ucap Chandra.
HLPD 2026 membahas kebijakan industri dan iklim investasi; modal manusia, perubahan teknologi, dan transformasi pasar kerja; serta Integrasi Ekonomi Regional dan Global. Pembahasan melibatkan akademisi, dunia usaha, kementerian dan lembaga, serta organisasi internasional untuk menghasilkan masukan bagi RKP 2027, penyusunan RKP 2028, dan kerangka KEM-PPKF 2028.