
Helikopter Super Puma Diduga Jatuh di Barito
22 menit yang lalu
Rencana IPO bergantung pada kondisi pasar dan penyelesaian sejumlah persiapan internal serta eksternal.
Terbit · 1 min read

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan PAM JAYA melaksanakan penawaran umum perdana saham (IPO) pada 2027, bertepatan dengan peringatan 500 tahun Jakarta. Menurut laporan ANTARA, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan izin pelaksanaan IPO diberikan jika kondisi pasar mendukung.
Pramono menyampaikan hal itu di Halte Bendungan Hilir PAM JAYA, Jakarta, Minggu (8/11/2026).
Direktur Utama PAM JAYA Arief Nasrudin mengatakan persiapan perusahaan untuk melantai di Bursa Efek Indonesia telah mencapai sekitar 93 persen. Menurut laporan yang sama, ia menyebut perusahaan masih menyelesaikan beberapa persiapan internal dan eksternal.
Salah satu tahapan yang masih berlangsung adalah memperoleh persetujuan DPRD DKI Jakarta atas rencana IPO. Setelah persetujuan itu diperoleh, PAM JAYA akan menyelesaikan laporan audit untuk laporan keuangan tahun buku 2026.
Arief mengatakan PAM JAYA juga telah berkomunikasi dengan Otoritas Jasa Keuangan dan Bursa Efek Indonesia sebagai bagian dari persiapan untuk melantai di bursa.
Menurut Arief, kondisi pasar modal menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan waktu IPO. Pertimbangan itu, kata dia, merupakan bagian dari mitigasi risiko sebelum perusahaan menawarkan saham kepada publik.
Pemprov DKI berharap PAM JAYA terus meningkatkan kontribusinya dalam penyediaan air bersih bagi masyarakat Jakarta. Perusahaan itu ditargetkan mampu memenuhi seluruh kebutuhan air bersih di Jakarta pada 2029.