
Bibury Diduga Alami Lonjakan Kunjungan Penggemar Manga
23 menit yang lalu
Warga diminta menyimpan cabai secukupnya untuk mengantisipasi kenaikan harga menjelang Natal dan Tahun Baru.
Terbit · 1 min read

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara mengimbau warga menyimpan cabai rawit dalam kondisi beku untuk mengantisipasi potensi kenaikan harga menjelang Natal 2026 dan Tahun Baru 2027. Menurut laporan ANTARA Manado, imbauan itu disampaikan Kepala Biro Perekonomian Pemprov Sulut Reza Dotulung.
Reza menyampaikan imbauan tersebut di Manado pada Rabu (4/11/2026). Pasokan cabai rawit di sentra perdagangan Kota Manado dan sekitarnya sebagian besar berasal dari Surabaya dan Makassar.
Menurut Reza, ketergantungan pada pasokan luar daerah membuat ketersediaan dan harga cabai di pasar turut dipengaruhi kelancaran distribusi. Ia mengatakan harga cabai rawit dari Makassar sebesar Rp80 ribu per kilogram, sedangkan dari Surabaya Rp110 ribu per kilogram.
Reza mengatakan imbauan itu bertujuan membantu masyarakat mengantisipasi potensi kenaikan harga akibat meningkatnya permintaan pada hari besar keagamaan. Pemprov Sulut mengingatkan warga agar tidak hanya mengandalkan pembelian cabai segar.
Warga dapat membeli cabai secukupnya, lalu menyimpannya di lemari pembeku atau lemari pendingin agar bisa digunakan bertahap sesuai kebutuhan rumah tangga. Menurut laporan yang sama, saran tersebut disampaikan sebagai salah satu cara menghadapi kemungkinan fluktuasi harga.
Pemprov Sulut juga memberi perhatian pada perkembangan pasokan dan harga komoditas pangan strategis. Pasokan dari luar daerah menjadi salah satu faktor yang perlu dijaga agar kebutuhan masyarakat terpenuhi.
Pemprov Sulut berharap warga mengatur belanja dengan bijak dan tidak membeli secara berlebihan. Pemerintah daerah menyebut pengelolaan persediaan rumah tangga serta kelancaran distribusi sebagai hal yang mendukung upaya menjaga stabilitas harga cabai rawit.