
Theresia Inggrid Pimpin MPI Sulut
13 menit yang lalu
Pelabuhan Santos memulai pasokan bioetanol rutin untuk kapal, dengan CMA CGM IRON menjalani operasional pertama yang disebut dalam materi.
Terbit · 2 min read

Menurut laporan ANTARA yang memuat materi PRNewswire, Copersucar, CMA CGM, Bunker One, dan Otoritas Pelabuhan Santos mengumumkan dimulainya pengisian bahan bakar bioetanol reguler bagi kapal di Pelabuhan Santos, Brasil.
Operasional pertama yang disebut dalam materi berlangsung pada Senin (19/10/2026) untuk kapal kontainer CMA CGM IRON berkapasitas 13.000 TEU. Kapal itu dilengkapi mesin tiga jenis bahan bakar yang merupakan mesin pertama di dunia yang tersertifikasi untuk menggunakan bioetanol.
Operasi reguler ini menandai peralihan dari tahap perintisan yang dilakukan pada Juli. Menurut laporan yang sama, sejumlah pengisian tambahan bagi kapal CMA CGM direncanakan menjelang akhir tahun menggunakan bioetanol pasokan Copersucar.
Giovani Grassi, CEO CMA CGM Brasil, mengatakan bioetanol dapat diintegrasikan ke dalam operasi maritim secara aman, andal, dan dalam skala komersial. Ia menyebut inisiatif itu bagian dari upaya perusahaan mempercepat penerapan solusi rendah karbon dan mengembangkan sumber energi baru untuk sektor maritim.
Menurut laporan tersebut, bioetanol yang dipasok Copersucar berasal dari rantai produksi yang telah mapan dan bersertifikat. Budidaya tebu disebut meluas terutama ke lahan padang rumput terdegradasi; program RenovaBio disebut menetapkan kriteria keberlanjutan dan ketentuan nol deforestasi.
Rantai pasokan melibatkan Evolua Etanol untuk memasok dan mengangkut bioetanol ke Pelabuhan Santos, lalu AGEO Terminais menyimpannya. Bunker One mengembangkan protokol pengisian untuk kawasan Amerika Latin setelah melakukan kajian dan pelatihan tim, dengan mempertimbangkan titik nyala bahan bakar yang rendah; pengisian dilakukan di terminal Santos Brasil.
Tomás Manzano, presiden Copersucar, mengatakan inisiatif itu membuka pasar akhir global baru bagi bioetanol dan menghubungkan produksi serta infrastruktur logistik Brasil dengan permintaan internasional untuk dekarbonisasi. Anderson Pomini, presiden Otoritas Pelabuhan Santos, menyebut operasi tersebut sebagai langkah menuju era baru pembangunan berkelanjutan.
Materi yang dikutip ANTARA memperkirakan permintaan global bahan bakar kapal melampaui 270 miliar liter per tahun. Penggantian 10 persen konsumsi itu, dengan memperhitungkan kesetaraan energi antarjenis bahan bakar, disebut berpotensi menciptakan pasar tambahan sekitar 50 miliar liter bioetanol per tahun; DNV juga mencatat 159 kapal telah beroperasi dengan mesin siap menggunakan metanol yang juga dapat memanfaatkan bioetanol, serta lebih dari 450 kapal baru dengan teknologi itu diperkirakan diserahkan paling lambat 2030.