
Khofifah Dorong Sekolah Jadi Ruang Inovasi Pangan
9 menit yang lalu
Anggota DPRD Sangihe Tonny Mandak mengajak pemuda berani bersuara dan mengambil peran nyata di daerah.
Terbit · 2 min read

Anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Sangihe, Tonny Putra Jovi Mandak, menilai Sumpah Pemuda bukan sekadar peringatan seremonial setiap 28 Oktober. Menurut laporan Manado Post, ia menyebut momentum itu sebagai pengingat bagi generasi muda untuk berani bertindak, menyuarakan aspirasi, dan mengambil bagian dalam pembangunan daerah.
Tonny menyampaikan pandangan tersebut pada Rabu (28/10/2026). Ia menilai perjuangan pemuda di era modern diwujudkan melalui komitmen dan kepedulian terhadap masyarakat, termasuk warga yang tinggal di kampung-kampung dan pulau-pulau terluar.
"Sebagai bagian dari generasi muda yang dipercaya mengemban amanah rakyat, Sumpah Pemuda mengingatkan kita semua bahwa perubahan tidak datang dari kepasrahan. Pemuda Sangihe harus menjadi garda terdepan yang berani membawa aspirasi dari kampung-kampung, suara rakyat di pulau-pulau terluar, agar tidak hilang di tengah kebisingan politik," ujar Tonny Mandak.
Menurut laporan yang sama, pria kelahiran Tahuna itu pernah menjabat Sekretaris Majelis Tua-Tua Kampung (MTK) di Kampung Mohong Sawang, Kecamatan Kendahe, sebelum menjadi anggota DPRD. Pengalaman tersebut memberinya kesempatan mengenal langsung persoalan masyarakat, mulai dari perencanaan pembangunan hingga penyerapan aspirasi warga.
Kini Tonny duduk di Komisi II DPRD Sangihe dan aktif dalam pelayanan pemuda Sinode GMIST. Ia menyadari bahwa menjadi wakil rakyat merupakan amanah yang menuntut kemauan untuk terus belajar dan memperjuangkan kepentingan masyarakat.
"Setiap hari adalah kesempatan untuk memperbaiki diri dan memperjuangkan aspirasi rakyat, karena diam tidak akan membawa perubahan. Jika kita ingin Sangihe menjadi lebih baik, kita harus berani bersuara, bergerak dan terus belajar," tuturnya.
Dalam menjalankan tugas, Tonny mengakui adanya suka dan duka. Sukanya, ia punya ruang untuk memperjuangkan program yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat, sedangkan dukanya berupa birokrasi yang rumit, keterbatasan anggaran, dan dinamika politik.
"Tugas ini bukan sekedar jabatan, tapi medan perjuangan. Karena menjadi wakil rakyat bukan soal duduk di kursi, tapi soal berdiri untuk kepentingan mereka yang mempercayai kita," tandas wakil rakyat dari daerah pemilihan Kepulauan Sangihe 2 tersebut.
Pada momentum Hari Sumpah Pemuda 2026, Tonny mengajak generasi muda untuk tidak berhenti pada semangat dan gagasan. Ia meminta mereka berani mengambil peran nyata demi masa depan Sangihe yang lebih baik.