
Bappenas Raih Predikat AA Indeks Reformasi Hukum
16 menit yang lalu
Euro melemah terhadap dolar AS, tetapi nilainya naik terhadap rupiah sejak awal 2026.
Terbit · 2 min read

Gelombang demonstrasi di sejumlah negara Eropa pada September hingga Oktober 2026 menambah kekhawatiran investor terhadap stabilitas politik dan ekonomi, menurut laporan CNBC Indonesia. Pada penutupan perdagangan Senin (26/10/2026), euro turun 0,27 persen ke US$1,1172, berdasarkan data Refinitiv.
Aksi protes berlangsung di Prancis, Italia, Belgia, Spanyol, dan Portugal. Laporan CNBC Indonesia menyebut sejumlah demonstrasi berujung bentrokan dan kerusakan fasilitas, sementara tuntutan warga berbeda-beda di tiap negara.
Mengutip Le Monde, CNBC Indonesia melaporkan demonstrasi di Milan pada 17 Oktober 2026 dipicu kenaikan biaya hidup dan ketidakpuasan terhadap pemerintah, lalu berubah menjadi bentrokan. Sejumlah toko rusak dan pemerintah Italia mengerahkan tambahan 500 personel militer untuk meningkatkan keamanan.
Di Brussels, ribuan pekerja dan pelajar berunjuk rasa pada 9 Oktober 2026 menentang rencana penghematan anggaran pemerintah. Sebagian aksi berujung bentrokan dengan polisi, termasuk pelemparan benda serta penggunaan gas air mata dan meriam air.
Di Spanyol, demonstran menuntut biaya perumahan yang lebih terjangkau. Aksi di Portugal banyak menyoroti harga rumah, upah, dan dana pensiun; sebagian besar demonstrasi di kedua negara itu berlangsung damai, menurut laporan yang sama.
Demonstrasi tidak otomatis melemahkan mata uang. Namun, laporan CNBC Indonesia menjelaskan bahwa protes yang meluas dan berkepanjangan dapat meningkatkan kekhawatiran investor, terutama ketika negara menghadapi utang pemerintah, defisit anggaran, dan biaya hidup yang meningkat.
Mengutip Reuters, CNBC Indonesia melaporkan investor semakin selektif di pasar obligasi Eropa dan beralih dari surat utang negara berisiko fiskal lebih tinggi ke instrumen yang dianggap lebih aman. Penjualan aset berdenominasi euro yang kemudian ditukar ke mata uang lain dapat menekan permintaan euro.
Data Refinitiv yang dikutip CNBC Indonesia menunjukkan imbal hasil obligasi pemerintah tenor 10 tahun di Prancis, Italia, Belgia, Spanyol, dan Portugal meningkat antara akhir Agustus dan Senin (26/10/2026). Kenaikan terbesar tercatat di Prancis, 73,23 basis poin, disusul Belgia 50,89 basis poin dan Italia 33,24 basis poin; Spanyol naik 22,45 basis poin dan Portugal 17,78 basis poin.
Meski euro melemah 3,82 persen terhadap dolar AS sejak akhir Agustus dan hampir 5 persen sepanjang tahun berjalan, nilainya menguat terhadap rupiah. Data Refinitiv yang dikutip CNBC Indonesia mencatat kurs naik dari Rp19.575 per euro pada pembukaan perdagangan awal 2026 menjadi Rp20.257 pada penutupan Senin (26/10/2026), atau rupiah melemah 3,48 persen terhadap euro sejak awal tahun.